Jeriko Itu Kader Yang Bukan “Sekadarnya”

Reporter : Jeot
Editor : Redaksi
  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Jefri Riwu Kore, Walikota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bukan sosok biasa dalam peta politik Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain sebagai Walikota Kupang, Jeriko, sapaan akrab Jefri Riwu Kore, adalah politisi Partai Demokrat.

Bahkan sosok Jeriko adalah politisi dan kader senior Partai Demokrat, bukan kader karbitan, bahkan penumpang gelap, atau sosok yang numpang tenar lewat partai berlambang mercy ini. Jeriko adalah kader militan Demokrat, bukan kader yang sekadarnya.

Bahkan sejarah mencatat, perolehan suara Jeriko pada Pemilu Legislatif 2014, terbilang sangat menakjubkan. Suara sebanyak 105.924 adalah bukti bahwa masyarakat NTT khusunya Pulau Timor, Sumba, Sabu, Rote Ndao dan Alor, memang bangga dan percaya akan integritas dirinya.

105.924 total suara Jeriko, bukan hal mudah yang bisa diperoleh dalam konteks pemilu langsung, dengan suara rakyat sebagai pemilik keputusan menentukan siapa layak dan pantas. 105.924 suara tersebut adalah hal yang legitimate. Bahkan sulit dipecahkan atau dilewati oleh kader Demokrat lainnya asal NTT yang sementara duduk di DPR RI atau hendak maju untuk pemilu berikutnya.

Baca Juga :  Pihak Ketiga Jamin Pemeliharaan Pohon Dalam Program GKH

Dihantar Partai Demokrat Bersama koalisi partai lainnya, tahun 2017 hingga saat ini, Jeriko menjabat Walikota Kupang. Bahkan kiprah dia di Kota Kupang Bersama Partai Demokrat tidak perlu diragukan. Tercatat, sejak Demokrat dipimpin Jeriko sebagai Ketua DPD NTT, Agus Harimurti Yudhoyono atau kerap disapa AHY, sudah dua kali berkunjung ke Kota Kupang. Bahkan saat kunjungan di Kota Kupang, AHY memberikan apresiasi kepada Jeriko akan konsep kepemimpinannya dalam membangun Kota Kupang.

Sepekan bahkan sebulan terakhir ini, dinamika politik internal Partai Demokrat NTT semakin memanas. Apa pasalnya? Ya,, momentum Musda Partai Demokrat NTT saat ini sedang menunggu sosok siapa yang akan memimpin partai ini di NTT untuk rentang periode lima tahun kedepan.

Baca Juga :  Walikota Kupang Launching Digitalisasi Pasar Gunakan QRIS

Ada dua nama yang sudah bertarung dan sampai pada tahapan fit and propper test. Yakni Jeriko sendiri sebagai Mantan Ketua DPD Demisioner dan Lelo Lelo, kader Demokrat yang juga Anggota DPRD NTT. Pertarungan mereka bahkan memantik sikap dan emosi kader, simpatisan bahkan politisi asal NTT turun tangan. Diskusi saling dukung di WhatsApp Group terus mengalir dengan saling jagokan figur masing-masing.

Kubu Leo Lelo misalnya, tampil dengan semangat dukungan dari DPC Pulau Flores NTT dan Sebagian Sumba, yang nota bene beragama Katholik dengan satu isu. Menurut mereka, Jeriko dinilai gagal dalam menggenjot suara partai yang berakibat pada penurunan perolehan suara Pemilu 2019 khusus NTT.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Imbau Masyarakat Tanam Pohon Dan Buat Lubang Serapan Air

Terlalu sederhana isu yang dibangun kalau tolak ukurnya demikian. Menjadi pertanyaan kritis, apakah ditangan Leo Lelo nantinya, suara Demokrat akan tinggi di NTT bahkan menjadi pemenang pemilu 2024? Pertanyaan ini tidak gampang untuk dijawab, apalagi semudah mengemas isu bahwa suara Demokrat anjlok ditangan Jeriko.

Kalau sekedar mengemas isu tanpa ada solusi nyata dan asa yang pasti, serta tidak ditunjang kerja maksimal yang efektif dan cerdas, sama saja dengan “Onani Politik” atau mencari kepuasan subjektif atas nama partai. Partai Demokrat butuh menang dalam kontestasi 2024. Sebagai partai dengan visi dan misi terukur, partai ini butuh kerja cepat tanpa harus kerja dobel.

  • Bagikan