Warga Desa Bokong Konsumsi Air Kubangan

0
779
Loading...

OELAMASI,fokusnusatenggara.com- Warga Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah lima bulan terakhir ini, harus rela mengkonsumsi air kubangan sungai. Pasalnya, Kekeringan dan terbatasnya pasokan air bersih menjadi penyebab utama.

20160719_121014 (1)Martha Baitanu, warga Dusun IV Naiotel, Desa Bokong, ketika ditemui fokusnusatenggara.com, Selasa 19 Juli 2016 mengisahkan, dirinya bersama warga setempat sudah putus asa akan kondisi ini. Selain jaraknya yang jauh, faktor kelayakan dan hiegenis menjadi masalah tersendiri bagi warga setempat yang konsumsi air tersebut.

“ Kami semua yang gunakan sumber kubangan ini sebanyak 50 kepala keluarga. Sejak air di Sungai Bokong kering pada Februari lalu, kami terpaksa ambil sisa rembesan yang ada di kubangan,” ungkapnya.

Martha mengisahkan, air yang dihasilkan dari sisa rembesan kubangan tidak serta merta langsung dikonsumsi. Setelah ditimba, air tersebut harus didiamkan selama 30 menit, agar semua kotoran mengendap lalu disaring, kemudian dimasak untuk konsumsi.

“ Air ini juga kita tidak bisa minum langsung karena kotor. Kami harus kasih tenang dia baru kami saring lagi dan masak buat kebutuhan makan dan minum keluarga,” ungkapnya.

Kondisi yang dialami warga menurutnya, sudah disampaikan kepada pihak pemerintah setempat, dalam hal ini Kepala Desa Bokong.  Namun sampai saat ini belum ada respon terkait persoalan yang dihadapi warga.

“ Kita sudah sampaikan ke bapak desa. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah,” jelasnya.  

Sementara itu Kepala Desa Bokong, Yeremias Atimeta, yang dimintai konfirmasi terkait hal ini, sampai berita ini diturunkan tidak merespon pesan singkat wartawan melaui layanan SMS serta panggilan telepon. (Jermy Mone)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here