Pemkot Kupang Launching Web Pasar BRI Pembayaran Non Tunai Melalui Qris

17

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Web Pasar BRI dan Portal NTT Maju, Kamis 24 September 2020 secara resmi dilaunching oleh Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, di pelataran parkir Pasar Oebobo, Kupang.

Herman Man didampingi Kepala Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BRI Cabang Kupang, Stefanus Juarto, yang ditandai dengan penekanan tombol Sirine.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man mengatakan, saat ini Kota Kupang masih belum aman dari ancaman covid 19.

Menindaklanjuti surat edaran Gubernur NTT, Wali Kota Kupang juga telah mengeluarkan surat edaran yang kurang lebih sama. Isinya terkait pembatasan-pembatasan perkumpulan orang dalam jumlah banyak sesuai protokol kesehatan Covid -19.

“ Karena itu Website pasar BRI dan metode pembayaran melalui Qris, yang non tunai ini merupakan salah satu solusi untuk membantu Pemkot dalam membatasi perjumpaan manusia secara langsung. Kami apresiasi pihak BRI dan Bank Indonesia yang telah menggagas program ini, khususnya di kota Kupang ,” kata Herman Man.

Era digitalisasi saat ini jelas Herman Man, sebenarnya sudah diramalkan sejak tahun 1990-an lalu. Generasi saat ini menurutnya disebut sebagai generasi Y, yang dalam setiap aktivitas hariannya tidak dapat lepas dari gadget, termasuk dunia perbankan.

“ Kalau dulu, untuk transaksi perbankan orang harus antri di Bank. Lalu lewat anjungan tunai mandiri (ATM), namun sekarang lebih mudah lagi lewat mobile banking. Mari kita membuat belanja non tunai menjadi wabah di Kota Kupang,” jelas Herman Man.

Kedepan ungkap Herman Man Pemkot Kupang sangat merespon pemanfaatan teknologi. Terutama dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat (faster), berkualitas (better) dan murah (cheaper). Untuk itu segenap perbankan di Kota Kupang diajak agar mau berkolaborasi dengan Pemkot Kupang dalam pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama.

“ Pemkot Kupang akan membangun plaza pelayanan yang memberikan pelayanan semua izin bagi warga Kota Kupang di bawah satu atap secara digital sesuai konsep smart city. Saya mengajak pihak perbankan agar dapat turut ambil bagian dalam rencana ini ,” pinta Herman Man.

Kepala Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 kebutuhan digitalisasi semakin meningkat, teknologi mulai terbiasa dengan masyarakat.

“ Potensi penyebaran virus melalui uang tunai menyebabkan semakin banyak orang meninggalkan uang tunai / cash sebagai alat pembayaran dan memilih bertransaksi secara non tunai. Ini termasuk salah satu tehnologi memutus mata rantai penyebaran virus corona ,” kata I Nyoman Ariawan Atmaja

Dikatakan Nyoman, pembatasan aktifitas ekonomi dan penerapan sosial distancing perlu dijawab dengan inovasi, sehingga kegiatan ekonomi dapat tetap berjalan dengan baik. “ Jadi pembayaran melalui Qris cukup memberikan kemudahan kepada masyarakat. Selai itu sebagai salah satu cara penerapan sosial distancing ,” katanya.

QRIS jelas I Nyoman Ariawan Atmaja bukan suatu aplikasi. Namun merupakan Standar Pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran menggunakan Hand Phone.

“ Dengan QRIS, pelaku usaha di Pasar Tradisional, pedagang ritel, UMKM maupun transaksi donasi dapat menggunakan model pembayaran tanpa sentuhan. Atau kontak fisik secara non tunai dengan hanya 1 macam QR Code ,” kata I Nyoman Ariawan Atmaja.

Untuk Provinsi NTT, sebut Nyoman, sebanyak 27.292 pedagang sudah terdaftar dan menggunakan QRIS. Dan sebanyak 32% atau 8.787 pedagang diantaranya berlokasi di Kota Kupang. “ Potensi peningkatan jumlah pedagang menggunakan QRIS masih cukup besar jika dilihat dari total jumlah pedagang pasar dan UKM di Provinsi NTT ,” kata I Nyoman Ariawan Atmaja.

Sementara itu Pimpinan BRI Cabang Kupang, Stefanus Juarto mengakui kegiatan yang diselenggarakan berkat dorongan dari BI untuk bersama memperkenalkan sistem pembayaran yang baru secara online maupun tidak tunai.

“ Konsep website pasar BRI dan pembayaran melalui aplikasi Qris ini salah satunya bertujuan membantu memotong rantai penyebaran Covid 19. Selain itu dengan transaksi non tunai semacam ini peluang peredaran uang palsu juga dapat diminimalisir ,” kata Stefanus Juarto.

BRI Cabang Kupang lanjut Stefanus telah membuat website untuk masing-masing pasar yang ada di Kota Kupang dengan total jumlahnya 17 pasar. Para pembeli dapat memesan barang yang akan dibeli melalui website.

“Selanjutnya, pembeli akan membayar ke Agen BRILink dengan aplikasi Qris yang nantinya uang pembelian akan ditransfer ke rekening pedagang. Setelah pembayaran selesai, kurir akan mengantar barang pesanan ke rumah pembeli secara langsung ,” katanya. (Usif)

Comments
Loading...