SBS Ajak Kompetitor Pilkada Berpolitik Secara Santun

0 263

BETUN,fokusnusatenggara.com- Pilkada Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tensinya semakin tinggi dam panas. Dipastikan pertarungan bakal head to head antara bupati petahana, Stefanus Bria Seran Yang beepasangan dengan Wendelinus Taolin, berhadapan dengan Simon Nahak – Kim Taolin.

Sebagai bupati petahana, Stefanus Bria Seran atau kerap disapa SBS oleh masyarakat Kabupaten Malaka ini, sampaikan pesan moral kepada para kompetitor.

Menurut Alumnus Boston University Amerika ini, menghadapi pilkada nanti, dirinya mengajak agar seluruh masyarakat serta para kandidat untuk beepolitik dengan mengedepankan etika yang santun tanpa harus menfitnah.

” Kepada semua kandidat agar menghindari kampanye hitam dengan hanya menjelekkan orang atau paket lain, padahal era kampanye adalah saat para kandidat menawarkan program kepada rakyat agar rakyat memilihnya,” himbau SBS kepada wartawan, Senin, 13 Juli 2020.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT itu juga menambahkan, masyarakat Malaka tidak boleh mengkonsumsi berita yang kebenarannya masih diragukan. Dirinya mencontohkan, terkait dugaan Korupsi yang akhir-akhir ini viral diwartakan, jangan cepat memvonis tanpa bukti.

” Promosikan figur anda dengan tawaran program. Korupsi itu kejahatan luar biasa dan kita wajib memberantasnya, namun harus disertai bukti, agar tidak terkesan meraba-raba saja. Hindari berita-berita seperti itu,” tegasnya.

Ditegaskannya, korupsi itu adalah murni tindakan individu. Bahkan dirinya mengungkapkan, terdapat dua hal penyebab orang lakukan korupsi.

” Ada dua penyebab orang lakukan korupsi, yaitu kesempatan dan niat. Bupati wajib cegah Korupsi dengan menata sistim serta mengingatkan terus para pejabat dan para ASN untuk tidak boleh korupsi, tetapi bila mereka melakukan itu urusan pribadi mereka dan yang menanganinya adalah pihak Aparatur Penegak Hukum (APH )sesuai mekanisme berdasarkan ketentuan, hukum yang berlaku,” jelasnya.

Pencetus program unggulan RPM (Revolusi Pertanian Malaka ) itu meminta, agar momentum Pilkada ini, masyarakat Malaka jangan terprovokasi oleh oknum yang memanfaatkan situasi tertentu untuk mengacaukan ketenangan di masyarakat. Bahkan dirinya mengecam keras oknum-oknum itu yang sengaja menyudutkan pemerintah untuk kepentingan Pilkada.

“Tidak boleh teriak di sembarang tempat dan oleh sembarang orang. Wartakan bahwa Bupati Malaka yang namanya SBS itu tidak korupsi. katakanlah jangan menilai orang lain gunakan patokan diri sendiri, sekali lagi Seseorang Korupsi bukan ditentukan sembarang orang pada sembarang tempat. Tindakan itu adakah tindakan orang biadab, tidak berpendidikan dan beretika, sebab negara kita adalah negara yang berdasarkan hukum,” pungkasnya. (JeOt)

Comments
Loading...