17 Hari Menuju Pilgub NTT, Harmoni “Menjemput Kemenangan”

17 Hari Menuju Pilgub NTT, Harmoni “Menjemput Kemenangan”

- in Politik
2762
0

KUPANG,fokusnsuatenggara.com- Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sisa mengitung hari. Empat Pasangan Calon ( Paslon) terus melakukan kampanye. Ada yang mengarahkan massa pendukung secara gelondongan dengan konsentrasi di satu titik, ada juga yang melakukan safari politik dari kabupaten ke kabupaten.

Bagi Paket Harmoni (Benny K Harman dan Benny Litelnoni), sisa waktu ini dimasifkan dengan terus mengunjungi desa-desa di seluruh wilayah NTT. Tujuannya cuman satu, meyakinkan masyarakat bahwa Harmoni datang dengan tawaran konsep terukur. Selain itu, mesin partai terus bekerja maksimal, dengan menggunakan pola yang sama.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kupang-NTT misalnya, sisa 17 hari menuju pemungutan suara ini, terus bergerak dari desa ke desa. Sejauh ini sudah 90 desa didatangi pengurus DPC Partai Demokrat, guna mengkampanyekan visi misi Paket Harmoni. Asah mereka hanya satu, bahwa Harmoni datang menjemput kemenangan. Optimisme ini bukan isapan jempol belaka. Kerja secara terukur, sistim jejaring yang dibangun dengan mantap, menjadi kunci Paket Nomor Tiga ini.

“ Sisa 17 hari lagi kita memilih pemimpin NTT. Saat ini Demokrat Kabupaten Kupang terus melakukan melakukan safari politik dengan turun langsung ke desa – desa di seluruh Kabupaten Kupang, guna meyakinkan pilihan masyarakat ke Paket Harmoni. Dan respon masyarakat sungguh luar biasa. Respon ini yang membuat kami optimis, bahwa saat ini Harmoni datang menjemput kemenangan,” ungkap Winston Rondo, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang di Naibonat, Sabtu, 9 Juni 2018.

Dengan turun langsung ke setiap titik di desa, tentu memerlukan biaya politik yang tidak sedikit. Namun demikian, menurut Rondo, justru dengan turun langsung kita dapat menghemat biaya operasional ketimbang mendatangkan massa secara banyak dan dikonsentrasikan ke satu titik.

“ Siapa bilang butuh biaya banyak? Kami hanya datang bertemu jelaskan semua program paket Harmoni, serta melakukan inventarisir persoalan hakiki di masyarakat. ini akan efektif ketimbang kita arahkan massa untuk datang kumpul dengan kapasitas banyak orang, tetapi pesan kampanye tidak sampai ke mereka,” jelasnya.

Prediksi soal Harmoni akan menang dalam hajatan politik kali ini, sudah banyak dikemukakan oleh para pengamat dan praktisi. Ahmad Atang, Pengamat Politik Universitas Muhamadiyah Kupang misalnya, seperti yang dikutip dari antaranews.com menjelaskan, dalam pilkada selalu kuat politik identitas yang mengalahkan politik transaksional sehingga jika dilihat dari komposisi pemilih, maka Flores termasuk pemilih terbesar dengan satu calon gubernur, yaitu Benny K Harman.

Untuk kasus NTT, kata dia, pilkada ini pertarungan antara politik identitas melawan politik transaksional. Dengan demikian, yang menjadi penentu kemenangan adalah siapa yang menguasai Flores akan keluar sebagai pemenang. Dia menambahkan, realitas yang terlihat dari kerja-kerja politik melalui massa kampanye hanyalah sebuah gejala, bukan sebuah kepastian.

“Jika dilihat dari komposisi pemilih yang ada maka Flores termasuk pemilih terbesar dengan satu calon gubernur sehingga jika dilihat dari perspektif politik identitas, maka pasangan Harmoni atau Benny-Benny punya peluang lebih besar dibandingkan yang lain,” (*fatur)

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *