SBS Diantara Makna “Pertransiit Benefaciendo”

Oleh : Jeffry Taolin

93

BETUN,fokusnusatenggara.com|| DALAM Adagium Latin, ada istilah ” Pertarnsiit Benefaciendo”, atau kalau diterjemahkan secara harafiah artinya  ” Berjalan Sambil Berbuat Baik”.

Pepatah latin ini, kemudian dikuatkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru Agama Katolik, tepatnya dalam Kisah Para Rasul, 10:38.  yang menekankan soal makna ” Ia Berkeliling Sambil Berbuat Baik”.

Lalu apa hubungannya dengan SBS?. Stefanus Bria Seran atau kerap disapa SBS, Bupati Perdana Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, tentu identik atau mirip dan hampir sama dengan arti pepatah latin tersebut.

SBS adalah sosok peletak dasar pondasi pembangunan di Malaka. Sebagai pemimpin, dia harus menunjukan bagaimana cara berbuat yang baik dan benar. Kendati cara dia dalam merumuskan perbuatan baik dan benar, sering mendapat cibiran dan nyinyir, dari para “kritikus malu-malu”, tetapi bagi SBS, berjalan sambil berbuat baik adalah mutlak.

Tahun 2020 dunia sedang sakit. Virus Covid-19 yang pertama kali merebak di China pada awal Januari 2020, dampaknya sampai ke Indonesia, bahkan Kabupaten Malaka di Provinsi NTT. Semua desain program kerja mengalami perubahan. Fokus Pemerintah Kabupaten Malaka tertuju pada pencegahan Covid-19.

Bukan SBS namanya kalau panik dalam urusan begini. Dengan disiplin ilmu kedokteran, bahkan dirinya adalah salah satu tenaga senior kesehatan di NTT, SBS tentu sangat mumpuni dalam konsep “Pintar Mendiagnosa dan Cepat Mengobati”. Langkah antisipatif dibuat. Pembentukan Satgas sampai pada tingkat desa dilakukan, anggaran dialokasikan guna membentuk laju pendemi Covid-19, bahkan sampai turun tangan langsung guna memantau kesiapan perangkat Satgas.

Saya masih ingat dalam periode Maret hingga Juni 2020. Disaat penyebaran Covid-19 berada pada puncaknya, SBS berani turun ke setiap kecamatan memantau pelaksanaan dan kesiapan gugus tugas. Semua unsur Forkompimda Kabupaten Malaka diajak, tak ketinggalan insan pers desk Kabupaten Malaka.

Sungguh diluar dugaan. Sisi humanis SBS sebagai manusia biasa, yang memegang teguh sifat peduli dan perhatian ditampilkan dalam fragmen kemanusian tersebut. Bagi para pengkritik SBS, tentu akan anggap ini pencitraan. Tetapi bagi 32 orang tenaga kesehatan yang saban hari berkutat dengan pelayanan tanpa arah nasib yang jelas, kehadiran SBS adalah berkat dan anugerah.

Siapa sangka, saat itu nasib 32 orang tersebut berubah. Semula hanya sebagai tenaga medis suka rela, tetapi kehadiran SBS merubah sejarah hidup mereka. Dari suka rela berubah menjadi suka cita, saat SBS angkat mereka menjadi tenaga kontrak daerah. Bagi kita apalagi kaum pengkritik tanpa aras, tentu anggap biasa. Tetapi bagi 32 orang itu, nama SBS akan dibawa dalam sepenggal bait doa mereka sebagai bentuk syukur.

Seandainya SBS tidak melakukan kunjungan, tentu 32 orang itu masih tetap menjadi tenaga suka rela di Puskesmas sasitamean, Fahiluka, Botin Leobele, Nurobo dan Io Kufeu. Kunjungan SBS itu, tentu sebagai bentuk “ Berkeliling Sambil Berbuat Baik”.

Bahkan Saya masih ingat, disaat kunjungan SBS tersebut, banyak kaum pengkritik asal bunyi teriak tanpa data dan basis aturan. Namun SBS diam tanpa bereaksi. Sebab SBS sebagai birokrat senior, paham benar akan aturan pemerintahan, apalagi yang sifatnya administratif  pemerintah. Bukan SBS kalau berbuat sesuatu tanpa dasar aturan, konsep serta pengetahuan yang cukup.

Bahkan berbicara soal pembangunan di bidang kesehatan, SBS tahu persis apa yang menjadi prioritas dan harus segera dikerjakan. Semua orang tahu Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun kan?. Itulah saksi sejarah akan kecemerlangan SBS dalam membuat terobosan.

Semenjak jalani Survey Akreditasi pada November hingga Desember 2018, pada Januari 2019, RSPP Betun berpredikat Paripurna atau Rumah Sakit Bintang 5. Predikat ini tentu mensejajarkan RSPP Betun dengan 4 Rumah Sakit di NTT yang berpredikat sama. Apa kalian masih nyinyir dari kegelapan bahwa SBS hanya diam dan  tidak berbuat apa-apa? Kalau anda masih ngotot katakan demikian, tentu itu sebuah kebodohan yang tidak berperasaan.

Bahkan dalam 5 Tahun kepemimpinan SBS di Rai Malaka, pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kendati dengan struktur APBD Malaka yang mungil dan irit, setidaknya terdapat 11 dari 20 Puskesmas di Malaka yang memiliki gedung standar nasional. 11 Puskesmas tersebut antaranya. Puskesmas Besikama, Biudukfoho, Tafuli, Alas, Betun, Tunabesi, Weliman, Seon, Nurobo dan Uabau.

Sampai disini anda masih gagap dan gelap mata bahwa SBS tidak berbuat apa-apa? Jangan menjadi pengkritik yang gobloknya kelewatan. Bersikap fair dalam melihat data dan fakta, kemudian cari pembanding lalu sampaikan kesimpulan. Bukan berteriak dari ruang kosong bagai orang kerasukan.

Lalu menjadi pertanyaan kritis,  apa salah SBS?.  Bapak SBS anda mungkin salah, sebab tidak bisa menyenangkan kaum pengkritik. Bapak SBS anda mungkin salah, sebab memiliki akselerasi yang cepat dalam konsep dan tindakan untuk kesejahteraan rakyat Malaka, sehingga dinilai salah bagi kaum pengkritik. Bapak SBS anda mungkin salah, sebab terlalu lugas dan tegas dalam cara dan tutur, sehingga bagi sebagian kelompok kecil, sikap ini diframing tanpa arah. Bapak SBS, anda mungkin salah karena terlalu cerdas, sehingga dinilai membahayakan posisi kaum kritikus yang berlomba untuk mencari pembenaran diri atas nama rakyat.

SBS saat ini maju menjadi Calon Bupati dalam Pilkada Malaka tahun ini. Wendelinus Taolin adalah calon wakilnya. Paket mereka adalah SBS-WT atau Paslon Nomor 2. Sebenarnya hasil Pilkada malaka tahun ini bisa ditebak dari sekarang. Tetapi pendukung dan simpatisan SBS-WT tidak mau mendahului kehendak Tuhan dan restu leluhur Rai Malaka serta mandat rakyat Malaka. SBS sudah berikan bukti bukan janji apa lagi omong doang. Sejak pertama menjabat Bupati Malaka, yang ada dalam benaknya hanya “Pertransiit Benefaciendo” atau Berjalan Sambil Berbuat Baik. Itulah makna pelayanan sebenarnya, sebagai seorang pemimpin. Apakah anda para pengkritik, pembenci dan kaum nyinyir akan terus berteriak dari kegelapan? +++

Jeffry Taolin, Adalah Jurnalis Asal Kabupaten Malaka, Yang Tinggal Di Kecamatan Io Kufeu

Comments
Loading...