SBS Diantara Makna “Pertransiit Benefaciendo”

  • Bagikan

BETUN,fokusnusatenggara.com|| DALAM Adagium Latin, ada istilah ” Pertarnsiit Benefaciendo”, atau kalau diterjemahkan secara harafiah artinya  ” Berjalan Sambil Berbuat Baik”.

Pepatah latin ini, kemudian dikuatkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru Agama Katolik, tepatnya dalam Kisah Para Rasul, 10:38.  yang menekankan soal makna ” Ia Berkeliling Sambil Berbuat Baik”.

Lalu apa hubungannya dengan SBS?. Stefanus Bria Seran atau kerap disapa SBS, Bupati Perdana Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, tentu identik atau mirip dan hampir sama dengan arti pepatah latin tersebut.

SBS adalah sosok peletak dasar pondasi pembangunan di Malaka. Sebagai pemimpin, dia harus menunjukan bagaimana cara berbuat yang baik dan benar. Kendati cara dia dalam merumuskan perbuatan baik dan benar, sering mendapat cibiran dan nyinyir, dari para “kritikus malu-malu”, tetapi bagi SBS, berjalan sambil berbuat baik adalah mutlak.

Baca Juga :  Walikota Kupang Bagi APD Kepada Petugas Kebersihan

Tahun 2020 dunia sedang sakit. Virus Covid-19 yang pertama kali merebak di China pada awal Januari 2020, dampaknya sampai ke Indonesia, bahkan Kabupaten Malaka di Provinsi NTT. Semua desain program kerja mengalami perubahan. Fokus Pemerintah Kabupaten Malaka tertuju pada pencegahan Covid-19.

Bukan SBS namanya kalau panik dalam urusan begini. Dengan disiplin ilmu kedokteran, bahkan dirinya adalah salah satu tenaga senior kesehatan di NTT, SBS tentu sangat mumpuni dalam konsep “Pintar Mendiagnosa dan Cepat Mengobati”. Langkah antisipatif dibuat. Pembentukan Satgas sampai pada tingkat desa dilakukan, anggaran dialokasikan guna membentuk laju pendemi Covid-19, bahkan sampai turun tangan langsung guna memantau kesiapan perangkat Satgas.

Baca Juga :  Bawaslu NTT Ungkap Dugaan Manipulasi Dukungan Paket Pilar

Saya masih ingat dalam periode Maret hingga Juni 2020. Disaat penyebaran Covid-19 berada pada puncaknya, SBS berani turun ke setiap kecamatan memantau pelaksanaan dan kesiapan gugus tugas. Semua unsur Forkompimda Kabupaten Malaka diajak, tak ketinggalan insan pers desk Kabupaten Malaka.

Sungguh diluar dugaan. Sisi humanis SBS sebagai manusia biasa, yang memegang teguh sifat peduli dan perhatian ditampilkan dalam fragmen kemanusian tersebut. Bagi para pengkritik SBS, tentu akan anggap ini pencitraan. Tetapi bagi 32 orang tenaga kesehatan yang saban hari berkutat dengan pelayanan tanpa arah nasib yang jelas, kehadiran SBS adalah berkat dan anugerah.

Baca Juga :  Frans Lebu Raya Kembali Masuk Bursa Menteri Kabinet Jokowi-JK

Siapa sangka, saat itu nasib 32 orang tersebut berubah. Semula hanya sebagai tenaga medis suka rela, tetapi kehadiran SBS merubah sejarah hidup mereka. Dari suka rela berubah menjadi suka cita, saat SBS angkat mereka menjadi tenaga kontrak daerah. Bagi kita apalagi kaum pengkritik tanpa aras, tentu anggap biasa. Tetapi bagi 32 orang itu, nama SBS akan dibawa dalam sepenggal bait doa mereka sebagai bentuk syukur.

  • Bagikan