Wabup Belu Wacanakan ‘Korupsi Waktu’ ASN Dikonversi Ke Uang Denda

0
709
Loading...

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan, menyampaikan wacana menarik, seputar kedisiplinan Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupatren Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Wacana yang disampaikan Ose Luan tersebut, agar tingkat kedidiplinan ASN dalam hal waktu bisa dikonversi ke uang atau membayar denda keterlambatan.

Ose Luan“ Hanya sampai saat ini kita tidak menilai korupsi waktu itu dikonversi ke uang. Andaikan kita konversikan ke uang dengan sekian rupiah bagi sekian detik keterlambatan, maka akan memberikan pembelajaran dan efek jera bagi ASN,” ungkapnya, pada kegiatan Sidak di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Belu, Rabu, 24 Agustus 2016.

Menurutnya, sikap untuk mewacanakan hal ini, setelah dirinya melakukan beberapa kali sidak ke SKPD selama pekan ini. Dalam sidak yang dilakukan, didapati kehadiran ASN untuk mengikuti apel pagi sangat sedikit, bahkan jumlahnya bisa sampai 50 persen dari total jumlah pegawai yang ada.  

“ Hari ini saya dapati hampir 50 persen PNS yang tidak apel. Dari 23 orang pegawai, hanya 12 orang yang mengikuti apel. Demikian juga kemarin pada saat saya lakukan sidak di SKPD yang lain,” tuturnya.

Ditegaskannya, ketidakdisiplinan ASN mengakibatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat berjalan tidak lancar dan efektif. “ Kalau datang terlambat, bagaimana efektifitas pelayanan kepada masyarakat?,” tegasnya.

Kedepannya menurut Ose Luan, dirinya bersama Bupati Belu, Willy Lay, akan coba rumuskan kebijakan tepat terkait disiplin waktu bagi PNS. Kalau bisa dikonversi ke denda berupa uang keterlambatan, maka pihaknya akan koordinasikan dengan DPRD Kabupaten Belu. (fatur/Yovita Reliana Tae/Michael- Humas Setda Belu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here