Pemkab Kupang Targetkan Bangun 1.000 Sumur Bor

0 69

Kupang, fokusnusatenggara.com / 2 Januari 2020
Untuk mengatasi krisis air bersih selama ini menjadi pengeluhan warga, Pemkab Kupang akan membangun 1000 subur bor pada tahun anggaran 2020 ini.
“ Untuk mengatasi krisis air dan menjawab keluhan masyarakat, kami akan membangun 1000 sumur bor pada tahun 2020 ini. Rencananya tiap Desa dua sumur bor. Jika ditambah dengan bendungan yang sudah dibangun kami harapkan keluhan masyarakat ini bisa teratasi ,” kata Bupati Kupang, Korinus Masneno pertelepon ( 1/1).
Korinus mengatakan, program pembangunan 1000 sumbur tahun ini juga sebagai upaya mencapai visi dan misi Kabupaten Kupang dalam kepemimpinannya dengan Wakil Bupati, Jerry Manafe, akan mulai dilaksanakan dalam 2020 ini.
“ Ini tahapan pertama visi dan misi saya dengan Wakil Bupati Jerry Manafe, April 2029 lalu. Karena selama hamper setahun ini apa yang kami berdua kerjakan merupakan kelanjutan dari RPJMD 2019 tahun terakhir kepemimpinan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki ,” jelas Korinus Masneno.
Rencana membangun 1000 sumur baru tahun 2020 ini jelas Korinus Masneno, antaranya untuk menyukseskan program Revolusi 5 P yang merupakan program unggulan di Kabupaten Kupang.
“ Program unggulan kami adalah Revolusi 5 P yakni bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pengembangan Pariwisata daerah. Ini yang kami mulai genjot tahun ini ,” ujar Korinus Masneno.
Dijelaskannya, selama melaksanakan program tahun terakhir Bupati sebelumnya, persiapan memasuki pemerintahannya sudah dilaksanakaan sejak tanggal pelantikan dirinya dan wabup.
“Sejak kami dilantik, penyusunan RPJMD sudah kami susun. Isinya berkaitan dengan visi dan misi yakni menjadikan warga Kabupaten Kupang yang maju, mandiri dan sejahtera. Lokomotifnya adalah program revolusi 5 P ,” jelas Korinus Masneno.
Menurut Bupati Korinus, untuk mensukseskan Revolusi 5P, setelah dilakukan pengamatan kebutuhan mendasar yang harus segera diatasi yakni air. Karena sesuai topografi wilayah Kabupaten Kupang yang ada, tidak semua wilayah memiliki kecukupan air baik itu kebutuhan harian manusia maupun untuk kebutuhan ternak dan pertanian.
“Kita memang sudah ada bendungan tapi ini tidak semua wilayah nikmati. Maka solusinya diperkuat di sumur bor. Sumber dana untuk membangun sumur bor ini tidak hanya dari APBD saja tetapi bisa juga dari sumber lain diluar APBD, seperti kerja sama dengan pihak lain ,” ujar Korinus Masneno.
Persoalan air ini, ujar Korinus, menjadi keprihatinannya karena telah melihat sendiri apa yang dialami warga di Amarasi. Untuk mendapatkan air bersih, mereka harus membeli air dari mobil tengki dengan harga Rp 400.000 – Rp 500.000 per tengki.
Ini baru kebutuhan air minum. Belum untuk ternak, untuk cuci, pertanian. Jadi memang sumur bor sangat diperlukan. Untuk listrik, kami gunakan sistem PLTS. Pakai listrik genset akan rumit karena jika macet sedikit dibilang rusak dan macam-macam komentar. Padahal tidak isi bensin, tidak ganti oli makanya pakai PLTS saja ,” tambah Korinus Masneno.


Reporter: Usif


Comments
Loading...