Benarkah Di Belu ada “Bupati Swasta”?

Benarkah Di Belu ada “Bupati Swasta”?

- in Berita Populer, Lintas NTT
701
0
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Pasca dilantik pada Tanggal 17 Februari 2016, Bupati Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Willy Lay dan Wakil Bupati JT Ose Luan, diharapkan mampu membawa perubahan dalam arus pembangunan daerah,  di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste tersebut.

Di bawah kendali mereka, harapan akan penataan birokrasi yang bebas dari dari praktek KKN mampu diwujudkan dengan spirit pembangunan yang berlandaskan pada Clean and Good Goverment.

Tapi harapan demikian mulai pupus. Bahkan rasa percaya masyarakat mulai tergerus, seiring munculnya nada minor dan isu miring seputar penataan birokrasi yang carut marut. Sepekan terakhir ini, masyarakat Kabupaten Belu, disuguhkan dengan isu soal peran oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diduga kuat berperan sebagai “bupati swasta”, yang bisa mengatur soal mutasi dan penempatan ASN serta pembagian tender proyek dan pekerjaan.

Pembicaraan di kalangan kontraktor dan pelaku bisnis kerap menyebut WM, oknum ASN pada Dinas Pertanian Kabupaten Belu, adalah sosok “bupati swasta” yang bisa menggagalkan pemenang tender yang ditetapkan paniatia dalam lelang ULP dengan perusahan jagoannya. Bahkan para staf ASN yang hendak menempati jabatan tertentu, dengan melobi WM, langsung bisa menduduki jabatan tersebut.

“ Di Belu ini sekarang ada bupati swasta yang bisa mengatur semua pembagian proyek. Cukup kita lobi dan lakukan pendekatan maka kita bisa dapat satu pakaet pekerjaan, walau tender dilakukan oleh ULP dengan sistim online dan terbuka. Bahkan para ASN setingkat kepala dinas saja takut dengan orang tersebut. Sebab dia bisa mengatur mutasi dan proses pindah ASN dengan cepat. Makanya kami juga kaget, kok bisanya di Belu ini ada manusia tidak jelas yang bisa intervensi tugas bupati,” ungkap sumber terpercaya fokusnusatenggara.com, yang juga pebisnis sukses di Kabupaten Belu ini, Senin, 21 Agustus 2017.

Menanggapi hal ini, Bupati Belu, Willy Lay yang dikonfirmasi fokusnusatenggara.com melalui sambungan telepon pada Selasa, 22 Agustus 2017 sore menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial dan menjadi pembicaraan ramai di kalangan masyarakat Kabupaten Belu terkait sosok WM, oknum ASN yang disebut sebagai ‘Bupati Swasta” tersebut tidak benar.

“ Jadi tidak ada oknum ASN yang bertindak seolah-olah sebagai bupati. Hanya saya yang sampai saat ini adalah bupati yang sah di Kabupaten Belu. Dan orang itu adalah pegawai biasa yang tidak punya pengaruh apa-apa,” jelasnya.

Ditambahkannya, soal isu bisa mengatur tender dan lelang yang dilakukan ULP, dirinya menegaskan bahwa hal itu tidak bisa diintervensi, bahkan oleh dirinya sebagai bupati yang sah. Pasalnya, mekanisme tender dan lelang saat ini sangat terbuka, bahkan diawasi langsung oleh masyarakat karena menggunakan sistim online digital.

“ Saya saja tidak bisa atur proyek, lalu bagaimana bisa orang lain mengaturnya. Sebab sistim sekarang beda dengan dulu yang masih menggunakan sistim manual. Saat ini semua lelang sudah terbuka dan bersifat digital dan online. Jadi ini dilakukan secara fair dan transparan tanpa adanya intervensi,”  jelasnya.

Menyikapi hal ini, John Atet, tokoh masyarakat dan Mantan Ketua Tim Pemenangan Paket Sahabat (Willy Lay – JT Ose Luan) meminta agar WM, oknum ASN yang disebut sebagai “ Bupati Swasta” di Kabupaten Belu untuk tidak bersikap, berbuat di luar kapasitasnya.

Bahkan dirinya meminta agar Bupati Willy lay, jangan direcoki dengan prilaku dan sikap tidak terpuji oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan bupati dalam melakukan intervensi terhadap panitia lelang, serta mengatur personal ASN dengan intimidasi mutasi.

“ Saya minta kepada siapa saja untuk tidak merecoki bupati saat ini dengan hal yang tidak jelas. Biarkan bupati dan wakil bupati bekerja sesuai dengan trupoksinya. Sedangkan kita yang lain bekerja sesuai dengan tugas dan kapasitas kita,” ungkapnya.

Sementara itu WM sendiri, oknum ASN yang disebut-sebut sebagai sang “Bupati Swasta” ketika dikonfirmasi beberapa kali, oleh fokusnusatenggara.com, baik melalui sambungan telepon maupun sms, tidak merespon soal ini. Soal WM sendiri, berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, diduga kuat saat ini sedang tersandung kasus pengadaan benih di Dinas Pertanian Kabupaten Belu. Bahkan persoalan ini sudah dilidik pada tingkat kepolisian dan kejaksaan setempat.

Laporan : Jeffry Taolin

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *