BumDes M’Rian Desa Kufeu Akan Export Marungga

  • Bagikan

“Saat ini, kami harus memperbaharui sertifikat organik lahan anggota. Kami juga membutuhkan biaya administrasi untuk mengubah status KUB menjadi PT dan tambahan modal untuk membeli daun basah petani,” sebut Nina yang memberi harga Rp.5000, untuk setiap kilogram daun basah.

Nina juga menyampaikan ucapan terimakasihnya untuk perhatian Gubernur NTT. Bersama Dinas PMD NTT, Dinas Perindag NTT, OJK, Perusahaan Daerah Flobamor, Bank NTT, Pertamina dan mitra lain, BumDes mereka semakin optimis berusaha.

Dialog yang dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT, Piter Manuk terungkap niat OJK untuk membangun BumDes Center di Desa Kufeu ini. Selain itu Pertamina dan Bank NTT juga akan membangun Petraso untuk memenuhi keperluan Bahan Bakar Minyak. “BumDes ini telah menjadi inspirasi. Akan dijadikan sebagai model untuk penataan BumDes lainnya,” ucap Piter Manuk.

Baca Juga :  Gedung Bank NTT Kalabahi Diresmikan

Sementara itu Bupati Malaka Stef Baria Seran mengatakan akan berupaya mengembangkan budidaya kelor di wilayahnya. ” Saya lihat, pemeliharaan dan cara panen marungga lebih gampang dari pekerjaan bersawah. Mulai hari ini, saya akan beri perhatian kepada komoditi yang satu ini. Soal keluhan air saya upakan membantu dengan membangun lima embung ,” kata Stef Bria Seran.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Polri, Polda NTT Gelar Kejuaraan Tenis Meja Kapolda Cup 2

Hadir bersama warga lima desa dalam Kecamatan Io Kufeu itu, Kepala Dinas PMD NTT, Kepala Dinas Pertanian NTT, Kepala Dinas Perindag NTT, Kepala Bapelitbanda NTT, perwakilan OJK, PD. Flobamor, Bank NTT, Camat dan Para Kepala Desa. ( Ivan ).


Reporter: Usif


  • Bagikan