ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Farida Wannaway : Bank NTT Belum Bayar Hak Saya

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Farida Wannaway, mantan karyawan Bank NTT menegaskan bahwa sampai saat ini Pihak Bank NTT belum atau membayar haknya usai di PHK pada 2020 lalu. Kendati dalam lampiran Surat PHK yang diterima Farida pada maret 2020 ditegaskan dirinya harus menerima sejumlah biaya yang menjadi haknya, tetapi hal tersebut belum dieksekusi  oleh pihak Bank NTT sampai saat ini..

“Dalam SK Nomor 42 Tanggal 18 Maret Tahun 2020 terkait PKH saya, disitu lampirannya jelas bahwa saya wajib menerima hak saya seperti yang ditandatangani oleh pihak Direksi Bank NTT. Tetapi sampai saat ini, semua hak saya belum dibayar,” ungkapnya kepada wartawan di Kupang, Jumat, 28 April 2023.

Terkait hal ini dirinya meminta agar pihak Bank NTT bisa menjelaskan secara fair dan terbuka terkait seluruh proses pembayaran haknya yang dikatakan sudah sesuai mekanisme.

Baca Juga :  Bank NTT Teken PKS Dengan Pemkab Sumba Barat Terkait Transaksi Non Tunai

“Saya minta penjelasan soal hak saya seperti apa prosesnya hingga saat ini. Sebab dalam SK tersebut saya wajib menerima biaya pengganti perumahan dan perawatan, uang pisah, manfaat pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan yang jumlahnya mencapai Rp 13,9 juta. Dimana uang itu semua?,” tanyanya.

Selain mempertanyakan haknya sebagai mantan Karyawan Bank NTT, farida juga mempertanyakan soal Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Operasional Bank NTT, Ana Bere Tarak pada tahun 2019. Pasalnya, selama tahun 2019 usai menerima Surat Peringatan (SP) 1 dan 2 pada November 2018 praktis dirinya tidak bekerja lagi di Bank NTT. Sehingga atas dasar apa dirinya menyetor pajak penghasilan?.

Baca Juga :  Menteri Perdagangan Meninjau Dua Pasar Di Kupang

“Bagaimana bisa saya tidak kerja dari November 2018 tetapi ada bukti pemotongan pajak penghasilan tahun 2019?. Artinya ada penghasilan yang saya terima sehingga dipotong. Menjadi pertanyaan uang itu kemana?,” ungkapnya.

Bahkan dirinya meminta pihak Bank NTT untuk membuktikan hal tersebut. Dirinya bahkan berani bersumpah bahwa semua hal itu belum diterima sampai saat ini.

Baca Juga :  Hingga Desember 2020, DPK Bank NTT Sebesar Rp. 12.23 Triliun

“saya berani sumpah bahwa Bank NTT belum membayar hak saya semuanya. Boleh nanti kita print out rekening koran untuk membuktikan hal tersebut,” ujarnya.

  • Bagikan