Wagub NTT  Minta IOM Bangun Komunikasi Dengan Pengungsi Afganistan Di Kupang

  • Bagikan

Terkait permintaan para pengungsi untuk berpindah dari Kupang ke Tanggerang, Louis menjelaskan, permintaan ini didorong oleh keinginan mereka untuk segera pindah ke negara ketiga.

“Mereka pikir dengan pindah ke Tanggerang, proses perpindahan dan penempatan ke negara ketiga akan menjadi lebih mudah. Padahal proses penempatan ke negara ketiga ini tidak segampang seperti yang dibayangkan. Jumlah pengungsi di seluruh dunia ada sekitar 125 jutaan orang,  sementara kuota yang diberikan oleh negara ketiga hanya untuk 100 ribu orang,” jelas Louis.

Baca Juga :  Pemkot Akan Periksa Orang Yang Kontak Langsung Dengan Pasien Positif Covid 19

Lebih lanjut Louis menjelaskan, secara kontinyu sebenarnya IOM NTT terus melakukan pendekatan kepada mereka.

“Sebenarnya mandat untuk memindahkan pengungsi ke negara ketiga adalah menjadi kewenangan  United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Kalau IOM sendiri tidak terlibat lebih dalam terkait pemindahan ini. Namun kami akan terus membangun koordinasi dengan UNHCR untuk bisa selalu memberikan informasi kepada pengungsi tentang hal ini,” tambah Louis.

Baca Juga :  Pihak Ketiga Jamin Pemeliharaan Pohon Dalam Program GKH

Dalam kesempatan tersebut,  Luis juga menguraikan misi IOM  Indonesia bukan hanya urus pengungsi tetapi juga untuk mengatasi human trafficking dan manajemen bencana.

“Kerja IOM di Kupang tidak hanya terkait penanganan pengungsi tapi juga kami juga punya projek lain.  Kami juga mendukung pemerintah Indonesia dalam (mengatasi) program Human Trafficking. Kami juga tahun 2016 sempat membangun sebuah wadah yang bisa dipakai oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), yang saat ini sudah dimanfaatkan dan dioperasionalkan oleh Pusdalops PB terkait manajemen resiko bencana yang ada di NTT. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi NTT terkait kedua hal ini, “pungkas Louis.

Baca Juga :  30 KM Jalan Lingkungan Kota Kupang Dikerjakan Tahun Ini

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Joshua Hart -selaku Senior Programme Coordinator IOM, Son Ha Dinh – Programme Coordinator IOM,   Asni Yurika,  Head of Field Office IOM Kupang serta Julianita R Natalegawa,  National Partnership & Liaison Office IOM Indonesia.+++

  • Bagikan