Belajar Dengan Metode Daring, SMAK Giovani Gunakan Empat Aplikasi

68

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Tuntutan inovatif pembelajaran dalam jaringan (daring) selama masa covid 19 terus dilakukan oleh para guru di Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang.

Dalam pembelajaran daring para guru selalu berusaha untuk terus melakukan inovasi pembelajaran daring.Hal ini disampaikan oleh Agnes Sadipun Guru SMAK Giovanni Kupang kepada fokusnusatenggara selasa 6 oktober 2020 di ruang kerjanya.

“Kami para guru di SMAK Giovanni Kupang gunakan aplikasi pembelajaran daring yang berbeda-beda. Ada yang gunakan google classroom, ada yang gunakan zoom, ada yang gunakan WA dan ada yang gunakan google meet,” ungkapnya.

Perbedaan itu, lanjutnya, dikarenakan kesiapan siswa dalam menerima proses belajar melalui daring. Misalnya, dalam observasi guru di awal, kelasnya lebih cocok menggunakan salah satu aplikasi yang dipastikan akan menggunakan aplikasi tersebut.

“Tujuannya adalah agar dalam penerapan aplikasi dalam pembelajaran bisa tepat sesuai dengan kesiapan siswa mata pelajaran dalam satu kelas yang akan menerima proses belajar daring,” ungkap Agnes

Mata pelajaran kelas asuhannya, jelasnya, proses pembelajaran daring menggunakan WA Grup. Hal tersebut dikarenakan aplikasinya ringan dan semua siswa pasti punya WA. Jelas Agnes

“Di WA juga ada kemudahan, yang mana kita sebagai guru bisa melihat siapa yang sudah membaca dan siapa yang belum membaca karena aplikasi seperti Zoom dan google classroom biasa terkendala soal jaringan,” ungkapnya

Tak lupa, apresiasi juga ia berikan kepada Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang, Romo. Stefanus Mau yang selalu terus memotivasi para guru untuk berinovasi agar meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang, Romo,Drs. Stefanus Mau mengatakan dalam upaya meminimalisir kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring, SMAK Giovanni Kupang terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada para guru dalam meningkatkan kualitas guru terkait pemahaman pembelajaran daring.

“Di tahun ajaran 2020/2021 ini, dalam evaluasi dan rapat kerja guru, kami sudah melakukan peningkatan kapasitas guru dengan materi peningkatan pembelajaran daring. sehingga hasilnya pembelajaran saat ini sudah berjalan lancar karena para guru sudah dibekali dengan beberapa model pembelajaran,” lanjutnya.

Terkait penggunaan aplikasi dalam pembelajaran dari, Romo Stefanus Mau mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan soal aplikasi yang bisa diakses dan mudah dipahami oleh siswa.

“Terkait aplikasi yang digunakan ada beberapa seperti aplikasi WhattsApps (WA) Grup, Zoom dan beberapa lainnya. Tapi itu dikembalikan kepada para guru karena menyangkut dengan kesiapan siswa dalam mengakses pembelajaran daring ini,” ujarnya (ino naitio)

Comments
Loading...