Bupati Sikka : Gren Mahe Harus Dikembangkan Sebagai Destinasi Wisata Baru

0
840
Loading...

MAUMERE,fokusnusatenggara.com- Bupati Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoseph Ansar Rera menegaskan, upacara adat Gren Mahe harus terus dikembangkan, sehinga kedepannya bisa menjadi salah satu aset destinasi wisata budaya di Sikka.

img-20161116-wa0001“ Kedepan harus dikemas secara baik, sehingga bisa menjadi nilai dan destinasi wisata budaya di NTT khusunya Sikka, agar para wisatawan bisa datang berkunjung sekaligus menikmati jalannya upacara ini,” ungkapnya ketika menyampaikan sambutan dalam pembukaan Upacara Adat Gren Mahe di Desa Ili Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Selasa 15November 2016.

Ditambahkannya, apabila upacara adat ini dikemas secara baik, selain menarik minat wisatawan yang akan datang ke Sikka, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada. Sebab dengan banyaknya tamu, masyarakat bisa sekalian mempromosikan hasil kerajinan serta industri rumah tangga.

“ Kalau para wisatawan datang, maka akan ada perputaran uang yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat kita bisa langsung promosi segala bentuk kerajinan tangan yang ada semisal tenun ikat, ayaman serta aksesoris dan pernak pernik,” katanya.

Sementara itu, Petrus Rako, Tokoh Adat Natar Mage menjelaskan, Gren Mahe merupakan sebuah upacara yang diselenggarakan satu kali dalam tujuh tahun. Dimana kegiatan ini diikuti oleh semua suku di Kabupaten Sikka.

” Ini kita laksanakan tujuh tahun sekali, sebagai ucapan syukur kepada sang pencipta atas apa yang telah diberikannya selama ini serta mengharapkan kebaikan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut, selain Bupati Sikka, juga Anggota DPR RI Fraksi PAN, Syarul Pua Sawa, Pimpinan DPRD Sikka, seluruh kepala suku yang ada di Kabupaten Sikka, serta seluruh masyarakat. (jhon da gomez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here