Merasa Aneh Dengan Putusan Pengadilan, Warga Tablolong Lapor KY

0
734
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- merasa aneh dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Daud Bella, warga desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, berencana melaporkan oknum majelis hakim yang menyidangkan perkaranya ke Komis Yudisial.

P_20160824_152802“ Besok kita akan laporkan oknum hakim tersebut kepada KY,” ungkap Nopen Bella, Anak Daud Bella, kepada wartawan di Kupang, Rabu, 24 Aguustus 2016.

Menurutnya, kejanggalan yang dirasakan aneh dalam putusan perkara dengan Nomor 48/PDT.G/2016/PN.OLM antara penggugat Zakarias Seseli dengan tergugat Daud Bella, majelis hakim memenangkan penggugat hanya berdasarkan bukti kwitansi pembelian tanah seluas 14.400 meter persegi sebesar Rp. 5 juta.

“ Saya sangat heran, masa hakim bisa menangkan perkara dengan didasarkan pada bukti kwitansi jual beli tanah,” tuturnya.

Menurut dia, penggugat Zakarias Seseli membeli lahan seluas 14.400 meter persegi dari Herman Bupu, warga Tablolong. Dalam lahan itu termasuk lahan seluas 4.600 meter persegi milik Daud Bella. Padahal lahan itu tidak pernah di jual Daud Bella, akibatnya Zakarias menggugat Daud ke Pengadilan. “Lahan kami seluas 4.600 meter persegi yang digugatnya,” kata dia.

Dia menduga ayahnya dikalahkan oleh hakim di tingkat pertama dan tinggi, karena diduga adanya permainan uang (suap). Dalam gugatan di PN Kupang, Daud kalah. Hal yang sama diterima Daud pada gugatan di Pengadilan Tinggi. Padahal, Nopla, dalam persidangan itu, tergugat hanya mengandalkan kuitansi jual beli tanah seluas 14 ribu meter persegi, tanpa pelepasan hak (PH) dan sepengetahuan aparat desa. “Kami juga menduga kuintasi yang dimasukan palsu,” katanya.

Yang menjadi heran, tegas dia, hakim justru mengabulkan gugatan tersebut hanya dengan sebuah kuintasi yang tidak jelas. Sedangkan, hakim tidak pernah memeriksa dokumen milik Daud yang dimiliki seperti dokumen pajak, surat kepemilikan tanah dari desa, surat penguasaan fisik dan denah tanah. “Kami menduga hakim telah disuap oleh penggugat,” tegasnya.

Selain melaporkan oknum majelis hakim ke Komis Yudisial, menurut rencana, besok Daud Bella bersama kuasa hukum akan ajukan memori kasasi ke MA terkait kasus ini. “Besok kita jugaakan masukan memori kasasi ke MA,” pungkasnya. (fatur)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here