Andreas Hugo Pareira : Empat Pilar Kebangsaan Penopang Kedaulatan NKRI

Andreas Hugo Pareira : Empat Pilar Kebangsaan Penopang Kedaulatan NKRI

- in Pendidikan
387
0
Loading...

MAUMERE,fokusnusatenggara.com- Pondasi bagi eksistensi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan sangat kuat apabila ditopang oleh empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai Konstitusi, kebhinekaan sebagai keberagaman masyarakat dan kedaulatan NKRI.

Pernyataan ini disampaikan Adreas Hugo Pareira, Anggota DPR RI dari Faraksi PDI Perjuangan, saat memberikan sosialisai empat pilar kebangsaan kepada ratusan siswa SMA Negeri 2 Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu 22 Februari 2017.

“ NKRI adalah rumah besar bagi seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dar berbagai latar belakang suku, agama dan ras. Untuk itu, harus ditopang oleh pilar kebangsaan yang bisa memberikan kenyamanan serta pondasi yang kuat dalam menciptakan kedaulatan, keadilan serta persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Ditambahkannya, empat pilar kebangsaan harus menjadi doktrin dalam ideologi berpikir kita, sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam menyusun kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini sudah diletakan oleh Bung Karno, Presiden RI Pertama, saat bangsa ini terbentuk.

“ Bung Karno menyebut dirinya sebagai penggali pancasila dan bukan penemu atau penciptanya. Sebab pancasila itu sendiri adalah jati diri bangsa Indonesia, yang dijabarkan secara luar dalam konstitusi negara kita yakni UUD 1945,”Ujarnya.

Dihadapan para siswa, dirinya meminta agar nilai-nilai yang terkandung dalam inti sari empat pilar kebangsaan ini, harus menjadi pedoman dalam menciptakan tata cara kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, dengan tetap saling rukun dan menghargai dalam perbedaan.

“ Kalian sebagai generasi muda, harus bisa menanamkan semangat kebangsaan yang tercermin dalam empat pilar ini, agar dalam kehidupan bermasyarakat, kita bisa menciptakan tingkat keseimbangan dan kerukunan dalam perbedaan,” pungkasnya.

Laporan : Jhon Da Gomez

 

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *