18 Warga Malaka Dinyatakan Negatif Covid-19

0 443

BETUN,fokusnusatenggara.com- Sebanyak 18 orang warga Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan negatif terpapar atau reaktif terhadap Virus Corona (Covid-19). 18 orang tersebut adalah, mereka yang selama ini melakukan kontak secara langsung dengan Orang Tanpa Gejala 01, yang merupakan peserta reaktif Covid-19, dari Klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Stefanus Bria Seran, Bupati Malaka, yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kabupaten Malaka, Senin, 4 Mei 2020 malam.

“Sejak kemarin petugas kita sudah melakukan rapid test terhadap 18 orang yang selama ini melakukan kontak dengan Orang Tanpa Gejala 01, yaitu peserta Tabliq Akbar di Gowa, dan ternyata hasil rapid test atas 18 orang tersebut tidak reaktif atau negatif,” ujar bupati yang kerap disapa SBS ini.

Dijelaskannya, Orang Tanpa Gejala (OTG) 01 tersebut, sebenarnya sudah berada di Malaka sejak tanggal 3 April 2020, dan telah melewati masa isolasi mandiri selama 14 hari. Namun karena hasil Rapid Tes terhadap dirinya positif, maka orang-orang yang melakukan kontak dengan dia selama kepulangannya dari Gowa wajib ditelusuri untuk lakukan pemeriksaan.

“Sekali lagi, saya minta supaya masyarakat tetap tenang, tidak panik dan tidak resah, karena dalam banyak kasus di tempat lain, yang dinyatakan positif dalam Rapid Tes ternyata negatif ketika tes Swab. Satu hal lagi, yang bersangkutan telah kembali ke Malaka sejak awal April dan telah melewati masa isolasi 14 hari, artinya sudah melewati masa inkubasi virus dan saat ini dalam kondisi baik-baik saja,” jelasnya.

Namun demikian, dirinya berharap, masyarakat tetap disiplin menjalankan himbauan yang telah disampaikan pemerintah, seperti pakai masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak sesuai protap Covid-19.

“Saya minta agar masyarakat taat pada protap pencegahan civid-19, serta bagi masyarakat yang baru melakukan perjalanan atau baru kembali dari zona merah hendaknya melaporkan diri kepada pemerintah desa setempat sehingga bisa terpantau kalau ada muncul gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19,” pintanya. (*/fatur)

Comments
Loading...