Ditetapkan Sebagai Tersangka, Rekan SMA Masuk DPO

0 88

ATAMBUA,fokusnusatenggera.com- Stefanus Soares  Boafida, Mantan Bendahara Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana desa bersama Siprianus Manek Asa (Mantan Penjabat Kepala Desa Numponi), saat ini statusnya menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang).

Kapolres Belu, Christian Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Belu, Ardyan Yudho Setiantono, menjelaskan hal tersebut, dalam jumpa pers bersama wartawan di  Mapolres Belu, 13 Mei 2019.

Menurut  Setiantono, penetapan SMA dan SSB sebagai tersangka sudah lewat pemeriksaan dan gelar perkara yang komperhensip. Namun pada saat penetapan tersangka, SSB rekan SMA sudah kabur. Untuk itu pihaknya akan mengeluarkan  Surat DPO.

“ SSB salah satu tersangka yang kabus, sudah kita keluarkan surat dan masuk dalam DPO,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kasus ini bermula pada saat audit internal oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Malaka tahun 2016. Dimana dalam audit tersebut, ada kerugian negara sebesar Rp. 286 Juta lebih yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“ Dalam Laporan tahun 2016, mereka sulit mempertanggung jawabkan secara administratif. Bahkan modus yang dipakai para tersangka adalah membuat nota fiktif,” jelasnya.

Selain SMA dan SSB, Polres Belu juga menetapkan Yosef Soe Tefa dan Rosanti Nurmala Jau, (Kepala dan Bendahara Desa Rafae) Kabupaten Belu dalam kasus Korupsi pengelolaan dana desa tahun 2016 dan 2017, yang merugikan negara sebesar Rp. 446 juta lebih.

Penulis : JeOt

Comments
Loading...