Wawali Kupang Dan Team TPID Pantau Harga Kebutuhan Menjelang Natal Tahun Baru

0 73

Kupang, fokusnusatenggara.com / 7 Desember 2019
Wakil WaliKota Kupang, Herman Man bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja Kamis 5 Desember 2019 blusukan di Pasar Kasi Naikoten dan Pasar Oebobo untuk memantau harga dan pasokan sejumlah bahan pokok menjelang hari raya Natal 2019 dan Tahun Baru 1 Januari 2020.
“ Kami bersama tim pengendali inflasi daerah ( TPID ) memantau harga menjelang natal dan tahun baru ( Nataru ). Selain memantau harga kami juga akan berkoordinasi dengan para pemasok dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar jangan terjadi spekulasi yang menyebabkan harga dan ketersediaan pasokan tidak stabil ,” kata Herman Man.
Untuk meminimalisir para spekulan lanjut Herman Man pihak Pemko Kupang akan berkoordinasi dengan para mitra untuk melakukan operasi pasar pada sejumlah titik di kota Kupang.
“ Mayoritas warga kota Kupang akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Tentu kami tidak membiarkan masyarakat diperdaya dengan spekulan pedagang soal harga. Untuk itu kami akan melakukan operasi pasar mulai pekan depan untuk membantu masyarakat ,” jelas Herman Man.
Sementara Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan Kota Kupang sebagai salah satu penyumbang inflasi di NTT, porsi nya sekitar 86%. Sisanya Maumere jadi sampai November ini inflasi masih terkendali 1,76%.
“ Bulan Desember memang trennya naik tetapi tetap terkendali. Sampai akhir tahun ini diharapkan dapat bertahan pada angka sekitar 2,3%. Koordinasi harus tetap di lakukan, termasuk melalui kegiatan operasi pasar, kita akan himbau kepada distributor agar pasokan tetap terjaga dengan baik
Untuk itu harap I Nyoman Ariawan Atmaja, agar Bulog sebagai lembaga penyangga dapat melaksanakan fungi dan tugasnya untuk meminimalisir para spekulan.
“ Untuk meminimalisir persoalan ini kami harapkan agar Bulog sebagai penyangga pangan tetap melaksakan tugasnya dalam menjaga agar stok terkendali. Dengan demikian para spekulan tidak leluasa mempersaya masyarakat ,” jelas I Nyoman Ariawan Atmaja.


Reporter: Usif


Comments
Loading...