Wali Kota Kupang Minta Kader Pemilu Guna Antisipasi Perpecahan Karena Beda Pilihan

8

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Wali Kota Kupang, Provinsi NTT, Jefri Riwu Kore, meminta agar kader pemilu di tiap kelurahan harus bisa lakukan antisipasi perbedaan pilihan yang berujung pada perpecahan dalam masyarakat. Permintaan ini disampaikan Riwu Kore saat menghadiri kegiatan Pilot Project Program Desa atau Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3), di Kelurahan Oesapa barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, dan pengukuhan 25 warga Kelurahan Oesapa Barat sebagai kader pemilu dan pemilihan yang berlangsu di Aula Kantor Lurah Oesapa Barat, Kamis, 28 Oktober 2021.

Acara tersebut diikuti secara virtual oleh Anggota KPU RI, Divisi Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilu, I Dewo Raka Sandy, sementara Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu, Ketua KPU Kota Kupang beserta jajaran mengikuti secara on-site.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku bangga atas kegiatan yang diprakarsai oleh KPU untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemilu yang akan datang, program ini merupakan langkah maju untuk menghasilkan semakin banyak warga Kota Kupang sebagai pemilih yang profesional, karena selama ini dalam catatan terdapat banyak konflik saat penyelenggaraan yang terjadi hanya karena perbedaan pilihan.

“ Pemilu bahkan bisa menyebabkan perpecahan keluarga hanya karena perbedaan pilihan, membuat keluarga tidak lagi saling menyapa. Oleh sebab itu kegiatan seperti ini sangat penting di samping untuk mengedukasi pemilih di Kota Kupang agar dapat menentukan pilihannya berdasarkan hati nurani, juga mengedukasi masyarakat untuk cerdas memahami demokrasi yang sehat. Juga bagi warga yang nantinya berperan sebagai penyelenggara agar profesional dan tidak memihak ketika bertugas,” ujarnya.

Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diselenggarakan oleh KPU di Kelurahan Oesapa Barat tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan partisipasi dan melahirkan pemilih-pemilih cerdas. Oleh karena itu, Wali Kota mengapresiasi langkah KPU yang melibatkan langsung masyarakat pemilih untuk menjadi kader pemilu yang akan membantu memotivasi, mensosialisasikan dan mengedukasi sehingga trend partisipasi dalam pemilu dan pemilihan dapat meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya membaca ada trend penurunan partisipasi pemilih, dengan adanya perhatian dari KPU bisa mengajak saudara-saudara kita untuk ikut terlibat bersama-sama dalam pemilu sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat. Ini juga akan menjadi tanggung jawab kader yang dikukuhkan hari ini untuk bagaimana membantu pemerintah agar angka partisipasi pemilih meningkat, mengedukasi masyarakat agar tidak terpancing isu hoaks, mengajak masyarakat sebagai pemilih cerdas untuk menghindari politik uang dan antisipasi perbedaan pilihan yang menimbulkan perpecahan di antara masyarakat ” pungkas Jeriko.+++

Comments
Loading...