Pihak Ketiga Jamin Pemeliharaan Pohon Dalam Program GKH

2

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Pihak ketiga atau rekanan penyedia anakan pohon yang ditanam dalam Gerakan Kupang Hijau (GKH) menjamin bahwa anakan yang sudah ditanam akan dipelihara hingga April 2021.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Provinsi NTT, Yeri Padji Kana, kepada wartawan, Selasa, 29 September 2020, di Kupang.

Menurutnya, penanaman pohon tahun ini sementara diproses dan terus diawasi. Kegiatan tersebut sedang berlangsung hingga 19 Oktober 2020 mendatang. Setelah selesai masa kontraknya, pihak ketiga akan memelihara pohon tersebut selama enam bulan atau sampai April 2021.

“Idealnya pemeliharaan hanya tiga bulan namun kita komitmen bersama kontraktor kita sepakat untuk masa pemeliharaan 6 bulan, yakni sampai bulan April tahun 2021. Dia kan bantu pemerintah juga, lantas apa yang mau dipersoalkan, kontrak saja sementara berjalan, lalu kalau mati mereka ganti lagi dengan pohon yang baru,” ungkapnya.

Dijelaskanya, dalam rangka mempersiapkan Kota Kupang menuju Kota Metropolitan yang berwawasan lingkungan, sesuai dengan jabaran visi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan ibu kota Provinsi NTT ini menjadi kota layak huni, Pemerintah Kota Kupang terus melakukan gebrakan dengan menanam pohon di setiap wilayah di Kota Kupang.

Program tersebut dicanangkan dalam sebuah gerakan bersama yang dinamai Gerakan Kupang Hijau (GKH).

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga dalam dua tahun terakhir menggelontorkan dana dari APBD untuk membeli pohon. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak tahun anggaran 2019 dan tahun 2020. Hal ini dilakukan mengingat pohon secara global sangat penting bagi kehidupan manusia dan diyakini sebagai salah satu cara untuk mengatasi pemanasan global.

“Pohon ditanam dan ditata penanamannya agar menjadi salah satu faktor menambah estetika keindahan kota, selain sebagai peneduh jika panas,” jelasnya.

Terkait adanya informasi dari masyarakat di berbagai media tentang proses penanaman pohon, dirinya mengatakan bahwa penanaman pohon yang dilakukan pada tahun 2019 tidak ada masalah. Bahkan saat ditanya oleh DPRD dalam sidang Badan Anggaran dirinya memastikan pohon tersebut sudah di-PHO.

“Kalau ada yang mati itu karena cuaca ekstrem, bahkan ada juga karena ulah manusia, ada juga yang cabut, ada yang sandar di pohon, namun itu sudah clear, tidak ada masalah lagi,” pungkasnya. (humas)

Comments
Loading...