Berita Terkini Hari Ini, Kabar Akurat & Berimbang

Pernyataan Walde Taek Dinilai Asumsi Tanpa Data

0 215

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Pernyataan Walde Taek, Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi PKB terkait dengan program bedah rumah Pemerintah Kota Kupang, Provinsi NTT dinilai hanya asumsi belaka tanpa data yang akurat.

Pasalnya, dalam paripurna Keempat, Sidang II Tahun 2020, Rabu, 17 Juni 2020 malam, Walde mengatakan, bahwa Program Bedah Rumah yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang, oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore,  hanya pencitraan belaka.

Menanggapi hal ini, Jeriko, sapaan karib Walikota Kupang mengatakan, pernyataan yang dikeluarkan Walde Taek tersebut, dinilai tidak layak untuk disampaikan dalam forum sidang DPRD Kota Kupang. Sebab saat ini proses tender masih berlangsung, dan belum ada perintah untuk pembongkaran rumah.

“ Tidak demikian, sebab belum ada perintah pembongkaran,” katanya, kepada wartawan, Kamis, 18 Juni 2020.

Peristiwa ini bermula saat tanggal 26 Mei 2020 lalu, Walikota Kupang bersama Anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto R. Ratuarat, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Benny Sain,serta  Lurah Lasiana, Wellem Bentura Kupang, mengunjungi rumah tidak layak huni milik warga Kota Kupang di RT 04 RW 10 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Dalam kunjungan tersebut,  Walikota dan rombongan melihat ada dua rumah tidak layak huni milik Samuel Kiki dan seorang janda yakni Afliana Kause. Setelah melihat langsung kondisi warga tersebut, Jeriko langsung memerintahkan Kepala Dinas PRKP Kota Kupang untuk memasukkan rumah mereka kedalam daftar penerima bantuan Program Bedah Rumah.

Namun oleh Walde Taek,  sikap ini dikritisi dalam sidang paripurna Rabu, 17 Juni 2020 malam. Dimana Walde mengatakan. kondisi tempat tinggal dari dua warga itu telah dibongkar Pemkot Kupang, bahkan kedua warga tersebut dibiarkan tinggal di gubuk reot dengan kondisi memprihatinkan.

Namun berdasarkan data hasil pantauan lapangan oleh Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Kamis, 18 Juni 2020 pagi tadi, ternyata, fakta lapangan berbeda dengan yang disampaikan Walde Taek. Berdasarkan pantauan tim, Samuel Siki dan Alfiana Kause, menetap di rumah tinggal sementara,  yakni Afliana ternyata tinggal di salah satu kost-kostan dan Samuel menetap sementara di rumah milik Yulius Kiki, kakak kandungnya. Bahkan menurut penjelasan mereka berdua, pembongkaran dilakukan atas inisiatif pribadi mereka.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena kami orang kecil ini akan dibuatkan rumah. Kalau orang kasih semen satu sak kami sudah bersyukur apalagi kalau rumah, jadi kalau ada orang datang lalu bilang ada ini dan itu, saya hanya bilang kalau Tuhan izinkan maka rumah ini jadi,” ungkap Alfiana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Beni Sain menegaskan, Pemerintah Kota Kupang tidak pernah mengeluarkan perintah pembongkaran rumah milik dua warga penerima bantuan bedah rumah tersebut.

“Sampai hari ini belum ada perintah, baik melalui surat ataupun lisan untuk dilakukan pembongkaran. Pembongkaran itu berdasarkan inisiatif dua keluarga itu,” tegasnya.

Beni menambahkan, saat ini proses tender sedang berlangsung. Dipastikan bahwa awal bulan Juli sudah bisa ditetapkan pemenangnya, untuk selanjutnya dilakukan pelaksanaan pekerjaan bedah rumah ini.  (humas kota kupang)

Comments
Loading...