Pemkot Kupang Kembali Lanjutkan Program Bedah Rumah

12

KUPANG,fokusnusatenggara.com-Setelah mengalami jeda waktu cukup lama karena fokus pada upaya pemulihan kota pasca bencana Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Kupang kembali melanjutkan salah satu program inovasinya yakni bedah rumah bagi warga kurang mampu Tahun Anggaran 2021.

Bahkan Jefri Riwu Kore, Wlikota Kupang, Pada Senin, 7 Juni 2021, turun langaung untuk menyerahkan satu unit rumah yang sudah selesai dibedah kepada Esau Hanock Loe, warga RT 28, RW 03 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo.

Rumh milik Esau terpaksa harus dibedah karena kondisi yang memprihatinkan. Keseharian Esau, dirinya menghidupi keluarga dengan bekerja sebagai tukang batu. Sesuai komitmen antara pembangun dan Pemkot Kupang, dalam waktu 14 hari rumah Esau yang semula sudah tidak layak huni berhasil diperbaiki oleh tim bedah rumah.

Walikota pada kesempatan tersebut menjelaskan program bedah rumah ini merupakan salah satu program untuk menjabarkan misinya bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, guna mewujudkan Kota Kupang sebagai kota yang layak huni bagi setiap warganya.

Diakuinya masih banyak warga Kota Kupang yang membutuhkan uluran tangan pemerintah lewat program-program semacam ini. Namun, karena keterbatasan anggaran hingga saat ini program bedah rumah lebih diprioritaskan bagi rumah warga yang benar-benar membutuhkan dan tidak layak huni.

“Mohon doanya, agar kami tetap sehat dan diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk terus membantu saudara-saudara kita yang hidupnya sangat susah di kota ini,” ungkapnya.

Yeskiel Haekase mewakili keluarga besar Esau Hanok Loe menyampaikan limpah terima kasih kepada Wali Kota dan jajarannya, yang sudah berkenan membantu saudara mereka lewat program bedah rumah.

Usai menyerahkan bantuan bedah rumah kepada keluarga Esau Hanok Loe, Wali Kota bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk meninjau rumah-rumah yang akan mulai dibedah. Diantaranya adalah rumah milik Nelci Nggelan, di RT 20, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Oma Nelci demikian dia akrab disapa, adalah janda berusia 78 tahun. Oma Nelci sudah cacat fisik serta gangguan pada telinga.

Selanjutnya, Wali Kota bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi rumah milik Ibu Maria Nara Adu di RT 21/RW 8, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Ibu Maria adalah seorang janda usia 70 tahun yang tinggal bersama dua orang cucunya.

Rumah terakhir yang dikunjungi Wali Kota hari ini adalah rumah milik Bapak Siprianus Obenu di RT 04/RW 02, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima. Dalam kesehariannya bapak Sipri berprofesi sebagai tukang batu untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya.+++

 

Comments
Loading...