Massa Aliansi NTT Satu Minta Klarifikasi Banunaek

0 55

KUPANG,fokusnusatenggara.com– Aksi demosntrasi massa yang mendukung rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (Palo-Tana Merah) yang menghubungkan pulau Larantuka dan Adonara NTT masih berlanjut. Hari ini puluhan massa kembali melakukan demonstrasi ke DPRD NTT, yang menamakan diri Aliansi NTT Satu.

ntt satuPuluhan massa yang datang kembali mempertanyakan soal pernyataan anggota DPRD NTT, Jefri Un Banunaek. Dimana dalam pernyataan Banunaek yang dilansir salah satu media harian terbitan NTT, disitu Banunaek menyatakan, NTT bukan hanya Flores dan Adonara sehingga mendapat perlakukan istimewa pembangunan jembatan senilai Rp. 5.1 Triliun.

Saat menggelar pertemuan di ruang Kelimutu yang dipimpin Wakil Ketua   Komisi V DPRD NTT, Muhammad Ansor, siang tadi tidak bisa berakhir dengan baik karena aliansi tetap ngotot untuk meminta kehadiran Jefri guna mempertanggungg jawabkan pernyataannya.

Ketua Aliansi Satu NTT, Adrianus dengan suara keras mengatakan, mereka hanya ingin mendengarkan klarifikasi atas pernyataannya itu. “Yang membuat pernyataan itu harus mengklarifikasikan pernyataanya tersebut,” tegasnya.

Rapat akhirnya dibubarkan karena massa tetap mendesak untuk menghadirkan Jefri Banunanek, karena dia yang membuat penryataan dia pulalah yang harus mengklarifikasikan pernyataannya itu.

“Kami minta hadirkan Jefri yang membuat pernyataan itu, karena pernyataan itu mengadung unsur SARA,” tegas Adrianus.

John Richardo selaku Koordinator Umum Aliansi Satu NTT mencoba menengahi pertentangan itu, namun juga tidak berhasil karena massa tetap ngotot meminta pertangungjawaban Jefri. Karena tidak mencapai titik temu maka pimpinan rapat, Muhammad Ansor menghentikan rapat itu.

“Jika DPRD tidak bisa mendatangkan Jefri Un Banunaek, maka kami akan berusaha mencarinya sendiri dan memeinta pertangungjawabannya. Kami juga akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi untuk meminta dia mempertanggung jawabkan pernyataannya itu,” ujar John Richardo. (JJ)

 

Comments
Loading...