Gubernur NTT Minta BAKAMLA RI Menjadi Sea and Coast Guard Di Perairan NTT

33

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Gubernur Provinsi NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berharap agar Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) RI  harus menjadi sebagai Sea and Coast Guard atau kesatuan penjaga pantai, yang tidak hanya fokus pada Pulau Timor saja melainkan peran tersebut harus ada di Pulau Sumba, Pulau Flores dan Kabupaten Kepulauan lainnya.

Harapan tersebut disampaikan VBL, sapaan akrab Gubernur NTT ini, saat menerima audiens  Tim Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) RI yang dipimpin oleh Direktur Badan Kerjasama Keamanan Laut RI, Laksamana Pertama Sandy Latief, di Ruang Kerja Gubernur NTT, Selasa, 9 November 2021.

“Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km dengan luas perairan laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi yang merupakan 71 persen keseluruhan wilayah Indonesia dan memiliki jumlah pulau sebanyak 17.504. Hal ini membuktikan laut merupakan penopang kehidupan kita bahkan anak dan cucu kita nanti. Untuk itu negara mesti hadir dan bertanggungjawab untuk memberikan keamanan di wilayah laut melalui penjaga pantai dan laut (Sea and Coast Guard),” ungkap Gubernur.

Untuk optimalisasi peran tersebut, Gubernur NTT juga meminta agar BAKAMLA RI mampu hadirkan Stasiun Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Perairan di Labuan bajo dan Alor, dengan standar dan kualifikasi dunia.

“Stasiun Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan perairan yang akan dibangun oleh BAKAMLA RI di Kabupaten Kupang, harapanya terdapat juga di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Alor dengan kelengkapan fasilitas standar dunia,” pintanya,

Kondisi saat ini, paparnya, NTT secara Geopolitik dan Geostrategi, memiliki garis pantai sepanjang 5.700 dan berbatasan langsung dengan dua negara yaitu Australia dan RDTL. Sehingga sangat diperlukan desain dan fasilitas keamanan laut yang strategis, karena batas  laut dengan Australia agar kedepannya tidak ada persoalan hubungan antar kedua negara.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, Sandy Latief menyampaikan bahwa BAKAMLA RI bersinergi dengan Pemerintah Daerah guna mewujudkan keamanan dan keselamatan diwilayah perairan Indonesia dan wilayah Yuridiksi Indonesia.

“Sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementrian yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden, fungsi kami tidak hanya sebagai etalase keamanan negara, melainkan juga sebagai pertahanan kedaulatan negara dengan langkah nyata yang dilakukan pembangunan Stasiun SPD di beberapa Provinsi termasuk di NTT,” ungkap Sandy.

Turut hadir dalam audiens tersebut, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Imanuel Blegur, Staf Ahli Gubernur, Jelamu Ardu Marius, Kepala Kantor Maritim Timur, Laksamana Pertama BAKAMLA Arif Sumartino, Kepala Stasiun BAKAMLA Kupang, Mayor Yeanny bersama tim.

Comments
Loading...