Diberhentikan Pemkot Kupang, Mantan PTT Segel Kantor Lurah Alak

0 102

Kupang, fokusnusatenggara.com / 4 Mei 2019

Pelayanan kemasyarakatan di Kantor Lurah Alak, Kecamatan Alak Kota Kupang Jumad 3 Mei 2019 lumpuh total. Pasalnya Kantor Lurah ini disegel oleh Keluarga Tosi sebagai pemilik lahan. Penyegelan ini adalah buntut dari Pemko Kupang memberhentikan 369 pegawai tidak tetap ( PTT ), Kamis 2 Mei 2019.

Salah satu PTT Yoktan Tosi ( 44 tahun ) yang sudah mengabdi selama 14 tahun di Pemko Kupang ikuti diberhentikan. Merasa tidak puas, bersama keluarga besar Tosi, Jumad pagi 3 Mei 2019 menyegel Kantor Lurah. Kami segel dan tutup Kantor Lurah Alak yang dibangun diatas lahan keluarga besar Tosi. Silahkan Pak Walikota pindahkan bangunan Kantor ini ke tempat lain ,” kata Yoktan Tosi.

Dia mengatakan tanah 200 meter pesegi yang diatasnya ada bangunan Kantor Lurah ini adalah tanah keluarga besar Tosi. “ Sampai sekarang belum ada peralihan hak dari keluarga Tosi ke Pemko Kupang. Kami ambil kembali lahan ini. Kalau Pemko mau beli, mari kita hitung harganya. Kalau cocok silahkan bayar. Kalau tidak silahkan angkat bangunan ini ,” kata Yoktan Tosi.

Dia mengatakan tanah ini diberikan oleh mendiang ayahnya Yakob Tosi pada tahun 1980 lalu. Kemudian Pemko Kupang membangun Kantor Lurah diatasnya. Sesuai kesepakatan saat itu pihak Pemko akan mengupayakan ganti rugi. Karena itu November 2018 lalu keluarga Tosi bertemu Walikota Jefry Riwu Kore menanyakan realisasi ganti rugi lahan ini.

“ Pembicaraan hanya singkat karena Walikota bedalih mau ke bandara jemput Presiden. Hanya saja dijanjikan nanti akan diproses ganti ruginya. Tidak terlalu lama ,” kata Yoktan Tosi mengutip pernyataan Walikota saat itu.

Ditanya soal kapan plang penutupan Kantor Lurah ini dibuka Yoktan Tosi mengatakan tergantung niat baik pihak Pemko Kupang. “ Kalau mereka bayar sekarang, jam ini juga kami buka. Kalau menolak membayara, kami minta segera mereka angkat dan pindahkan gedung ini ke lahan mereka ,” katanya.

Yoktan Tosi menebutkan mengabdi di Pemko Kupang sejak tahun 2005 lalu. Selama ini pula keluarga besarnya tidak terlalu mendesak janji Pemko soal ganti rugi.

“ Keluarga nampaknya bersabar karena saya juga bekerja, mengabdi di Pemko Kupang walau sebagai pegawai tidak tetap. Tetapi dengan pemberhentian ini kami berusaha ambil kembali tanah tersebut. Kapan mereka bayar, kami buka. Jika tidak kami tetap tutup ,” kata Yoktan Tosi.

Menjawab pertanyaan jika Pemko Kupang meminta kembali bekerja, Yoktan Tosi mengatakan tidak memikirkan soal itu lagi. “ Saya tidak berminat untuk kembali bekerja di Pemko walau dipanggil kembali. Soal harga diri. Biarlah saya mencari pekerjaan lain saja ,” kata Yoktan Tosi.

Kabag Humas Pemko Kupang Toto Asan membenarkan penyegelan Kantor Lurah Alak oleh seorang mantan pegawai kontrak, PTT yang diberhentikan 2 Mei 2019 lalu. “ Benar, kantor Lurah Alak disegel. Pelayanan kemasyarakatan sangat terganggu. Pamko lagi mencari solusi memediasi menuntaskan masalah ini ,” kata Toto Asan.

Seperti diberitakan fokusnusatenggara.com sebelumnya Wali Kota Kupang, Provinsi NTT, Jefry Riwu Kore dan Wakilnya Herman Man memenuhi janji saat perayaan HUT Kota Kupang 25 April 2019 lalu yakni memberhentikan pegawai tidak tetap ( PTT ) yang tidak disiplin. Realisasinya, hari ini Kamis 2 Mei 2019 sebanyak 369 pegawai kontrak (PTT) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, diberhentikan, di PHK.
Mereka yang diberhentikan atau di PHK kata Wakil Walikota Herman Man sudah melalui tahapan evaluasi oleh badan kepegawaian. Sesuai evaluasi selama ini kehadiran mereka tidak teratur. Ada yang masuk kantor seenaknya. Karena itu mereka kami putuskan kontrak kerjanya ,” kata Wakil Walikota Kupang, Herman Man. ( Usif)

Comments
Loading...