SBS Itu Masih “Seasin Air Laut”

  • Bagikan

BETUN,fokusnusatenggara.com- Stefanus Bria Seran, atau kerap disapa SBS, sang dokter alumni Universitas Diponegoro, Semarang, yang saat ini menjabat sebagai bupati perdana Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggata Timur (NTT), masih “Seasin Air Laut”.

Sosok yang identik dengan kaca mata gantung ini, saat ini maju kembali menjadi Calon Bupati Malaka, untuk periode kedua. Wendelinus Taolin adalah sosok yang dipilih, Alumnus Boston University, USA ini sebagai pasangannya. Duet politik mereka dikenal dengan paket SBS-WT.

Baca Juga :  Ditangkap Bersama Arzetti Bilbina, Dandim Sidoarjo Terancam Dipecat

Lawan mereka, adalah Simon Nahak, Praktisi Hukum, tinggal di Denpasar-Bali, yang pernah mencoba peruntungan di kancah politik, dengan menjadi Caleg DPR RI pada tahun 2019, namum gagal. Simon memilih Kim Taolin sebagai tandemnya untuk maju bertarung dalam Pikada kali ini.

Sejak 2 Oktober 2020, masa tahapan kampanye Pilkada Malaka dimulai. Dalam catatan redaksi dan penulis yang mengikuti “Safari Politik” SBS-WT, cara berkampanye yang dilakukan sangat berhasil secara strategi politik elektoral. Hal ini terbukti dengan elektabilitas dirinya bersama Wendelinus Taolin yang begitu masif, dengan progres yang baik.

Baca Juga :  Romo Deken Malaka Sebut Wartawan Karang Pernyataanya

Dalam setiap pertemuan, SBS dengan kemampuan “Public Speaking” yang sangat baik, dengan gamblang menyampaikan program kerja berbasis data akurat dan terukur, atas capaian program selama memimpin Malaka pada periode pertama.

Itulah SBS. Konsep logika dengan narasi berbasis data yang dimiliki, merupakan profil pribadi yang kuat secara intelektual, jika dibandingkan hanya “jualan” tanpa bukti dan konsep yang terukur dari calon lain. Kenapa harus bergantung pada ketidak pastian?, sedangkan yang pasti dan begitu dekat serta nyata ada bersama kita.

Baca Juga :  Timor Nusa Training Centre

Selain kemampuan intelektual yang dikemas dalam narasi berbasis data akurat, dalam catatan redaksi dan penulis, respon masyarakat sebagai pemangku hak suara pada setiap pertemuan kampanye begitu antusias.

  • Bagikan