SBS Itu Masih “Seasin Air Laut”

Oleh : Jeffry Taolin

199

BETUN,fokusnusatenggara.com- Stefanus Bria Seran, atau kerap disapa SBS, sang dokter alumni Universitas Diponegoro, Semarang, yang saat ini menjabat sebagai bupati perdana Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggata Timur (NTT), masih “Seasin Air Laut”.

Sosok yang identik dengan kaca mata gantung ini, saat ini maju kembali menjadi Calon Bupati Malaka, untuk periode kedua. Wendelinus Taolin adalah sosok yang dipilih, Alumnus Boston University, USA ini sebagai pasangannya. Duet politik mereka dikenal dengan paket SBS-WT.

Lawan mereka, adalah Simon Nahak, Praktisi Hukum, tinggal di Denpasar-Bali, yang pernah mencoba peruntungan di kancah politik, dengan menjadi Caleg DPR RI pada tahun 2019, namum gagal. Simon memilih Kim Taolin sebagai tandemnya untuk maju bertarung dalam Pikada kali ini.

Sejak 2 Oktober 2020, masa tahapan kampanye Pilkada Malaka dimulai. Dalam catatan redaksi dan penulis yang mengikuti “Safari Politik” SBS-WT, cara berkampanye yang dilakukan sangat berhasil secara strategi politik elektoral. Hal ini terbukti dengan elektabilitas dirinya bersama Wendelinus Taolin yang begitu masif, dengan progres yang baik.

Dalam setiap pertemuan, SBS dengan kemampuan “Public Speaking” yang sangat baik, dengan gamblang menyampaikan program kerja berbasis data akurat dan terukur, atas capaian program selama memimpin Malaka pada periode pertama.

Itulah SBS. Konsep logika dengan narasi berbasis data yang dimiliki, merupakan profil pribadi yang kuat secara intelektual, jika dibandingkan hanya “jualan” tanpa bukti dan konsep yang terukur dari calon lain. Kenapa harus bergantung pada ketidak pastian?, sedangkan yang pasti dan begitu dekat serta nyata ada bersama kita.

Selain kemampuan intelektual yang dikemas dalam narasi berbasis data akurat, dalam catatan redaksi dan penulis, respon masyarakat sebagai pemangku hak suara pada setiap pertemuan kampanye begitu antusias.

Dengan model kampanye “Voter Resonant”, SBS menerapkan strategi baru dalam pendidikan politik kepada Rakyat Malaka. Resonant Voter atau gelombang suara pemilih, diwujudkan SBS dengan berjalan sambil berbuat baik dan mengabarkan berita gembira.

Ada konsep, aksi, serta hasil yang wajib disampaikan, agar bisa dikabarkan dengan baik kepada seluruh pemegang hak suara, sebagai bentuk pendidikan politik modern. Proses yang baik, tidak akan dihianati oleh hasil yang akan dituai.

Tujuannya satu, rakyat dilayani, diberi asupan informasi yang Bernas, agar  kelak menjadi ceritera bagi  anak cucu Malaka.

Bagi penonton dan pecundang politik yang bersebrangan dengan SBS, saat ini munhkin mereka kehilangan logika sehat untuk bisa memilih narasi debat dalam tataran program.

Harus diakui, Stefanus Bria Seran “Masih Seasin Air Laut”. Bagi lawan politik, mereka harus bisa menemukan formula ampuh untuk menghentikan langkah suami Beatrix Tae Bria menjadi kampium Pilkada Malaka tahun ini.

Kalau hanya bermodal fitnah, framing narasi lama yang didaur ulang untuk menjatukan SBS, tentu akan sangat sia-sia. Ini Pilkada!!!. Tolak ukur ada pada konsep dan isi kepala, untuk mengemas program yang mumpuni. Ingat, yang kalian lawan adalah SBS. sosok yang masih “Seasin Air Laut”. ++++

Jeffry Taolin , Jurnalis www.fokusnusatenggara.com, Saat ini berdomisili di Malaka.

Comments
Loading...