Tuduhan Soal SBS Aktor Dibalik Aksi Pelemparan Sangat Prematur

477

BETUN,fokusnusatenggara.com- Tuduhan soal Stefanus Bria Seran atau sosok yang kerap disapa SBS, Calon Bupati Malaka, Provinsi NTT, berada di balik aksi pelemparan Tim Kampanye Paslon Simon Nahak dan Kim Taolin (SN-KT), pada Senin, 12 Oktober 2020 lalu, dinilai sangat prematur dan tanpa dasar.

Tuduhan tersebut, terkuak lewat pernyataan Melkianus Conterius Nahak, Ketua Tim Hukum Paslon SN-KT, yang dilansir oleh salah satu media online, Rabu, 14 Oktober 2020.

Dalam pernyataan tersebut, dikatakan Conterius, SBS berada di lokasi dan tidak berekaksi atas peristiwa tersebut. Terkait tuduhan tanpa dasar argumentasi yang jelas inI, Devi Ndolu, Ketua Tim Koalisi Parpol Pendukung Paket SBS-WT angkat bicara. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat tidak mendasar dan prematur.

” Tudingan ini menandakan bahwa mereka tidak paham soal aturan. Bagaimana bisa keributan dikaitkan dengan paslon. Paslon itu dibawah perlindungan aparat apabila ada keributan. Dengan meminta paslon bereaksi, artinya mereka tidak paham,” jelasnya kepada wartawan di Betun, Rabu, 14 Oktober 2020.

Terkait persoalan ini, tegasnya, biarlah menjadi urusan aparat penegak hukum, baik itu kepolisian dan Bawaslu kalau masuk tidak pelanggaran pilkada.

” Urusan soal keributan itu urusan polisi, bukan paslon,” tegasnya.

Bahkan dirinya menegaskan, bahwa saat ini, pihaknya tidak berpikir soal itu. Fokus Tim Koalisi SBS-WT, ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Malaka tersebut, saat ini tetap melakukan kampanye dengan tertib, santun dan beretika, tanpa harus menjelakan paket lain, bahkan tidak  memikirkan isu dan informasi sesat yang tidak mendidik seperti itu.

Sementara itu, Calon Bupati, Stefanus Bria Seran (SBS), dalam setiap kesempatan di masa kampanye, selalu mengajak seluruh masyarakat Malaka untuk mengedepankan kesantunan dalam berkampanye, dengan tetap tertib, sopan dalam bertutur dan patuh kepada Protokol Covid, sebagai cerminan manusia yang berbudaya dan beradab. (fatur)

Comments
Loading...