Tolak Demam, GMNI Nilai Demokrat dan Fraksi Gabungan Tak Pro Rakyat

0 38

GMNIKUPANG,fokusnusatenggara.com- Fraksi Demokrat dan Gabungan DPRD NTT dinilai tidak pro rakyat, karena menolak alokasi anggaran untuk kelanjutan Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) Pemprov NTT.

Pendapat ini disampaikan oleh Koordinator Daerah (Korda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) NTT, Nonato Sarmento.  Menurutnya, Fraksi Demokrat dan Fraksi Gabungan dinilai hanya mencari sensasi politik semata.

“ Karena yang disoroti hanya berkutat pada hal-hal yang teknis dan implementatif lalu mereka lupa pada substansi dan roh desa mandiri anggur merah. Memahami LHP  BPK Juga jangan bersifat parsial karena BPK RI tidak merekomendasikan agar demam tahun 2015 dihentikkan,” Katanya.

Dikatakannya, Jangankan desa mandiri anggur merah, Program sekelas PNPM Mandiri pedesaan andalan Mantan Presiden SBY yang sudah lama berkutat dengan urusan dana bergulir masih banyak mengalami kendala terkait teknis dan iplementasi.

Mestinya kata Nonato, Dua Fraksi tersebut harus lebih fokus dalam tugasnya sebagai wakil rakyat untuk mendukung percepetan pembangunan di NTT bukan mencari cari pekerjaan yang sifatnya sensasional dan mengada-ngada.

Menurut Nonato, Program Desa Mandiri Anggur Merah dengan fokus pada usaha ekonomi produktif telah memberi sumbangsi yang besar pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara mikro bagi masyarakat desa penerima.

“ dengan dana demam, masyarakat telah membentuk kelompok usaha peternakan, pertanian dan perikanan. Misalkan Pada tahun pada tahun 2012 jika dibanding tahun 2011. Peningkatan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian mampu mendorong penurunan penduduk miskin dari 20,24 persen (September 2013) menjadi 19,98 persen pada Maret 2013. Selain itu, program Desa Mandiri Anggur Merah tahun 2011-2013 sangat mendukung sumber permodalan usaha ekonomi produktif masyarakat dan peningkatan kapasitas ekonomi pemerintah desa dan kelurahan,” jelasnya.

Pada tahun 2014 kemarin, NTT mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan sebesar 5,04 persen sementara pada pertumbuhan ekonomi nasional hanya 5,02 persen dan mencatat prestasi nasional lainnya yakni inflasi dibawa inflasi nasional.

“ Dengan angka ini, program desa mandiri anggur merah turut memberi andil dalam pertumbuhan ekonomi NTT,” kecamnya.

Nonato juga mengatakan sambil menunggu hasil uji petik Komis IV dan dan Tim Pakar yang dibentuk oleh Komisi IV, program demam untuk tahun 2015 untuk 589 desa agar disetujui.

“ Terkait LHP BPK yang menjadi argumentasi dua fraksi yang melakukan penolakan harus menjadi tugas serius dari Bapedda sebagai bahan evaluasi secara komprehensif agar persoalan iplementasi tidak menjadi kendala lagi untuk tahun 2015,” jelasnya. ****

Comments
Loading...