Taolin Ludovikus : “ Saya Siap Maju Di Malaka”

0 61

ludoBETUN,fokusnusatenggara.com- Taolin Ludovikus, mantan Wakil Bupati Belu, menegaskan dirinya akan maju bertarung dalam Pilkada Kabupaten Malaka, Provinsi NTT. “ Saya pastikan akan maju dan ikut bertarung dalam pilkada ini. Soal peluang menang dan kalah, saya optimis menang karena bertarung harus optimis untuk menang,”

Tegas Taolin dalam pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat di Kecamatan Iwo Kufeu siang tadi. Menurutnya, ketegasan sikap untuk maju kali ini semata-mata demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada rakyat Malaka. Selain itu dengan pengalaman dia sebagai mantan Wakil Bupati Belu, tentu dirinya memiliki referensi point bagaimana strategi memimpin kabupaten Malaka yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Belu-NTT.

“ Setiap orang yang maju tentu memiliki visi dan strategi untuk memimpin. Apalagi maju menjadi kepala daerah. Ini harus menjadi modal utama. Dan dengan pengalaman saya tersebut saya berniat untuk maju dalam membangun Malaka,” jelasnya.

Menyoal tentang siapa sosok yang akan mendampingi dirinya nanti, Taolin menjelaskan, sejauh ini ada beberapa nama, namun dirinya sudah menjatuhan pilihan kepada Beny Chandradinata, Wakil Ketua DPRD Malaka, sosok muda yang enerjik dan memiliki visi kepemimpinan yang jelas dan sama soal bagaimana membangun Malaka.

“ Saya nanti akan berpasangan dengan Beny Chandra. Karena pa Beny adalah sosok muda dan enerjik serat memiliki visi kepemimpinan yang jelas,” tegasnya.

Terkait dengan parpol pendukung, menurut Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Belu ini, sejauh ini yang sudah memberikan kepastian adalah Partai Gerindra dan PKB.  Sedangkan PAN dan Nasdem sementara dilakukan pendekatan.

Sementara itu, Ketua Tim Media Pemenangan Paket Taolin Ludovikus dan Beny Chandradinata, Jeffry Taolin dalam kesempatan yang sama,  meminta agar dalam proses Pilkada Malaka ini, semua pihak harus saling menghargai dalam mengkampanyekan setiap pasangan calon dengan tidak mencederai pasangan lain, apalagi membuat isu dan pernyataan menyerang pribadi paslon tanpa adanya data yang jelas.

“Dinamika politik itu harus disikapi dengan santun dan elok. Tidak perlu saling hujat, fitnah apalagi lakukan kampanye hitam soal pasangan calon. Mari kita saling menghargai dalam proses demokrasi ini tanpa harus mencederai kelompok lain apalagi pasangan calon,” pungkasnya (Laporan : Jeje Makerek)

 

 

Comments
Loading...