Berita Terkini Hari Ini, Kabar Akurat & Berimbang

Sinyal Politik SBS Pada Lawan

0 578

BETUN,fokusnusatenggara.com- Pasca pemerintah keluarkan putusan soal tahapan pilkada serentak yang akan dihelat 9 Desember 2020 nanti, tensi politik di berbagai daerah penyelenggara mulai naik. Tak ketinggalan di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang juga akan menggelar hajatan politik ini, tensi itu semakin terasa.

Jumat, 29 Mei 2020, usai mengadakan acara pengambilan sumpah bagi para abdi negara baru di lingkungan Setda Kabupaten Malaka, dihadapan wartawan Stefanus Bria Seran Bakal Calon Bupati Malaka yang kerap disapa SBS ini, menyatakan dengan tegas soal kesiapan dia maju dalam pilkada nanti.

“ Jadi kalau ditanya siap, oh,,,, saya sudah siap sejak hari pertama saya menjadi pemimpin,” tegasnya.

Pernyataan SBS ini bukan tanpa alasan. Pernyataan ini dapat disimpulkan sebagai kiriman sinyal kepada lawan politik. Bahwa sisa enam bulan menuju Pilkada, keyakinan untuk maju bertarung bukan hanya sebatas retorika atau wacana tanpa aras. Maju untuk bertarung harus dengan kesiapan amunisi yang komplit, serta keyakinan untuk menang, ketimbang pencitraan tanpa konsep.

Bagi lawan SBS, tentu mereka akan berpikir lurus tanpa analisis mendalam soal ini. Tetapi, bagi kalangan yang melek politik dengan kemampuan analisa yang baik, mereka akan membaca lain dari maksud penyataan tersebut. Sinyal atau “hidden message” politik SBS tersebut, ingin menyadarkan secara taktis politik kepada lawan, bahwa bertarung itu harus terukur dalam cara dan strategi.

Tentu lawan melihat bahwa SBS hanya diam dan kerja seperti biasa selama ini, dengan tugas dan tanggung jawab dia sebagai Bupati Malaka. Apalagi, ditambah kondisi daerah dan bangsa yang lagi perang lawan Virus Corona, memang SBS konsen untuk hal ini. Saban hari dirinya terus memantau kesiapan gugus tugas untuk memastikan semua tim solid hadapi corona. Ini hal yang biasa dan memang biasa.

Tetapi aktivitas SB saban hari itu yang dapat dibaca oleh lawan. Mereka lupa, yang dihadapi adalah sosok SBS, bupati petahan dengan segudang pengalaman dan prestasi. Disaat SBS rutin dengan aktivitas dan tanggung jawab dia sebagai pemimpin Malaka, loyalis pendukung SBS tetap bergerilya melakukan persiapan syarat minimal proses menjadi calon.

Alhasil, sejak dua bulan lalu, dukungan dari Partai Golkar dan Nasdem dikantongi SBS dan Wendelinus Taolin, Bakal Calon Wakil Bupati pendamping SBS. Dukungan kedua partai ini, sudah memenuhi syarat minimal pencalonan.  Bahkan dalam waktu dekat, tidak mungkin Partai Demokrat dan beberapa partai lainnya akan memberikan dukungan yang sama seperti Golkar dan Nasdem.

Lalu bagaimana dengan lawan? Berdasarkan informasi yang beredar, sejauh ini hanya Pasangan Simon Nahak dan Lucky Loise Taolin, serta Emanuel Bria dan Roy Teiseran yang muncul dengan niat bertarung dalam Pilkada Malaka. Tetapi, hingga Juni 2020, belum ada juga satu partai politik yang secara resmi menyatakan dukungan kepada calon-calon tersebut.

Memang dalam beberapa lembar baliho lawan yang dipasang, ada terpampang logo beberapa partai. Namun bicara soal partai dan dukungan, harus dibuktikan dengan Surat Keputusan atau rekomendasi. Dan sejauh ini, hal itu belum nampak. Kenapa belum nampak?,  sebab partai tidak akan gegabah menentukan pilihan politik kepada calon tanpa melihat peluang untuk menang, dengan basis survey terukur.

Selain syarat administrasi pencalonan, SBS adalah calon dengan kesiapan tim yang paling kompak dan komplit. Tim kerja politik penting untuk mentransformasikan nilai dan isu sentral dalam memenangi simpati masyarakat. SBS memang diam, dan sibuk jalankan aktivitas pemerintahan. Tetapi, konsep dia soal membangun Malaka sangat terukur, yang bisa dijabarkan oleh para tim dan konsultan politiknya.

Lalu, bagaimana kesiapan lawan soal ini? saya yakin mereka belum pikirkan hal itu. Sebab bagi mereka enam bulan sisa waktu mungkin masih sangat panjang. Kemungkinan kedua, bisa juga hal ini sudah ada, tetapi tidak dipublikasikan soal kesiapan konsep mereka dalam membangun Malaka.

kenapa konsep ini penting? Jawabannya sederhana. Kita sedang mencari pemimpin. Pemimpin yang secara kemampuan manejerial dan intelektual terukur yang bisa bicara soal konsep yang terukur pula, bukan sekedar “teriak bergerombol” tanpa isi kepala yang maksimal.

Bagaimana anda meyakinkan konstituen bahwa anda layak dipilih, sedangkan konsep soal membangun rakyat dan daerah anda tidak pernah miliki?. Tentu sisa waktu enam bulan, pekerjaan ini akan menjadi beban yang menguras otak serta energi. Secara retorika mungkin bisa asal comot dari daerah lain, tetapi soal pemahaman berbasis data, tidak sekedar copy paste apalagi hanya teriak. Itu harus disuse, dipelajari dengan baik, kuasai lalu bisa narasikan dengan lugas dan dapat dimengerti.

Sinyal dan “hidden message” SBS sebenarnya hanya mau membatu para lawan politiknya. Jika anda ingin bertarung, anda harus siap dalam semua aspek. Bukan hanya pernyataan siap semata, tetapi kesiapan syarat administrasi, konsep, strategi pemenangan, kesiapan tim, hingga kesiapan secara modal anda tidak miliki sama sekali. Semoga sinyal politik SBS tidak membuat anda terjebak dalam “Roaming dan Spleter” sehingga anda tidak terjebak dan asal teriak.

Oleh : Jeffry Leonardo Taolin

Comments
Loading...