SBS Tidak Akan Terpengaruh Dengan “Balck Campaign”

291

BETUN,fokusnusatenggara.com- Calon Bupati Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus bria Seran (SBS) menegaskan, dirinya tidak akan terpengaruh dengan “Black dan Negative Campaign” atau kampanye hitam dan negatif oleh lawan politik dalam masa kampanye Pilkada kali.

“ Ah,, Begini, Saya tidak akan terpengaruh dengan orang lain. Saya datang disini memberi tahu kepada keluarga dan mohon dukungan kepada kami, dan setelah kami terpilih akan bekerja untuk rakyat,” ucap SBS, yang memilih Wendelinus Taolin sebagai calon wakil bupatinya, usai pelaksanaan kampanye perdana di Desa Kereana, Jumat, 2 Oktober 2020.

Sikap yang ditunjukan SBS ini didasari atas alasan bahwa, menurutnya, sebagai pemimpin dirinya wajib menunjukan kadar inteltual dan peradaban yang tinggi, dengan tidak harus menanggapi kampanye hitam dan negatif. Bahkan dirinya juga tidak akan menjelekkan orang lain, sebab akan berbanding terbalik dengan kapasitas yang dimiliki dirinya.

“ Kami tidak akan menjelakkan orang lain sebab kadar intelektual saya itu tinggi dan saya orang berpendidikan. Kalau saya orang berpendidikan datang hanya untuk menjelek-jelekan orang lain, nanti orang bilang apa sekolah model begini?. Kok bilang master lulusan Aamerika masa kelakuannya begini. Dan saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu,” ucapnya.

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa saat ini dirinya adalah seorang bupati. Sebagai seorang pemimpin, dirinya wajib tunjukan kadar peradaban yang baik sebagai seorang pemimpin yang wajib diritu nanti oleh anak-anak Malaka.

“ Rakyat kita sudah tahu, mana yang jelek, mana yang tipu, mana yang asal omong. Sebab disaat kita bicara, orang akan menilai kadar intelektuan dan peradaban kita,” tegasnya.

Bahkan dirinya sudah meminta kepada seluruh simpatisan, pendukung dan loyalisnya, untuk tidak boleh menjelekan orang lain. Sebab  manusia tidak ada yang sempurna.

“ Kepada tim saya juga sudah minta untuk tidak jelekan orang lain. Sebab sebagai manusia ada kekurangan dan kelebihannya. Kalau ada kekurangan dalam diri pemimpin, tugas kita untuk saling memperbaiki, bukan untuk mencelah. Sebab kalau kita belum buat apa-apa, tidak usah omong, apalagi yang baru datang dan hanya jual program,” pungkasnya. (je taolin)

Comments
Loading...