Ritual Wuat Wai, Saatnya Orang Manggarai Memilih Gubernur

0 86

RUTENG,fokusnusatenggara.com- Ada yang berbeda dengan sosok Benny K Harman siang itu. Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang maju berpasangan dengan Benny Litelnoni dengan mengusung tagline Harmoni ini, tidak seperti biasanya. Sering kita melihat raut wajah BKH yang serius dan dengan penuh kematangan emosional, kali ini berbeda. BKH, sapaan Benny K harman, nampak sumringah bahkan terlihat gembira.

Bagiamana tidak, siang itu, Sabtu 27 Januari 2018, Di Aula St. Maria Asumpta, Katedral Ruteng, seolah alam dan leluhur Manggarai memberi restu kepada BKH dan Paket Harmoni untuk maju bertarung dalam Pilgub NTT, Juli 2018 mendatang. Bahkan Ritual Wuat Wai, upacara adat masyarakat Manggarai yang memberikan restu dan pengutusan, dilakukan untuk mengantar pasangan ini bertarung.

“ Peristiwa hari ini adalah peristiwa budaya bahwa alam dan leluhur serta seluruh keluarga Manggarai memberikan restu kepada kami untuk maju bertarung. Saya hanya bisa terharu dengan dukungan yang luar biasa ini. Saatnya orang Manggarai memilih Gubernur,” ungkap BKH kepada wartawan usai prosesi ritual Wuat Wai dilakukan.

Bahkan perasaan sedih bercampur gembira tidak berhenti disitu. Di saat sesepuh adat Manggarai mulai melakukan ritus Teing Hang Helang (memberi makan leluhur), yang merupakan proses inti dari prosesi Wuat Wai, maria Ernawati Harman, istri BKH, tak sanggup menahan pilu bahagia. Tanpa sadar Ernawati meneteskan air mata.

“ Ini peristiwa sakral bagi kami orang Manggarai. Dengan adanya ritual ini, maka terjawab sudah bahwa orang Manggarai satu tekad dan hati mendukung penuh Pak BKH dan Paket Harmoni, untuk maju bertarung dalam Pilgub Ini. Bahwa ada orang manggarai lainnya yang maju sebagai Wagub, tentu kita hargai pilihan itu. Namun saat ini ada semacam gerakan moral bahwa orang Manggarai, memilih Gubernur itu adalah pilihan mutlak, tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada Pa Chris Rotok yang juga maju sebagai wakil gubernur dengan paket lain,” jelas Nahas Martinus Nahas, Ketua Tim Keluarga Paket Harmoni, Disaat acara deklarasi Khebinekaan Paket Harmoni, Di Aula St. Maria Asumpta, Ruteng, 27 Januari 2018.

Pernyataan yang dikeluarkan Nahas Martinus ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat ini ada berbagai isu yang mengemuka ke publik bahwa pemilih Manggarai akan pecah dengan majunya dua kader Manggarai yakni BKH dan Christian Rotok, yang menjadi calon Wakil Gubernur dari Eston Foenay.

Namun isu dan opini itu terjawab sudah hari ini. Seluruh tokoh masyarakat serta tohoh adat Manggarai yang hadir dalam Ritual Wuat Wai dan dilanjutkan dengan Deklarasi Khebinekaan Harmoni, menjadi jawaban bahwa Orang Manggarai akan memilih Gubernur NTT, bukan yang lain. (fatur)

Comments
Loading...