Pilkada Belu, Apa Benar Tim NKRI Main ‘Kotor’?

0 53

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Bebebapa hari terakhir, para nitizen di media sosial (facebook), khususnya Grup Belu Memilih 2015, dihebohkan dengan postingan salah satu anggota grup atas nama Theo Bere Ati,  terkait surat disposisi Camat Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, dalam surat disposisi  kepada Kepala Desa Tohe Leten tersebut, Camat Raihat memerintahkan Kades Tohe Leten untuk menyalurkan sejumlah dana kepada relawan dan tim  NKRI ( Falens Pareira – Cipry Temu), salah satu bakal calon bupati Belu, yang diduga berasal dari salah satu oknum pimpinan SKPD di Setda Kabupaten Belu untuk menggalang  basis dukungan. Bahkan surat disposisi tersebut dibubuhi tanda tangan dan stempel basah Camat Raihat, Mikhael K Leon.

Terkait persoalan ini, tim Paket Sahabat (Willy Lay – Ose Luan) dan tim Vena (Ventje Abanit – Bona Bowe) yang merupakan kompetitor dalam Pilkada Belu, siang tadi resmi melaporkan hal ini kepada Ketua DPRD Kabupaten Belu, Penjabat Bupati Belu-NTT serta Polres Belu  guna menyikapi hal tersebut.

11902432_1486853974958122_559047326022408064_nUsai melaporkan peristiwa ini, John Atet, Ketua Tim pemenangan paket Sahabat kepada fokusnusatenggara.com menjelaskan, tim Sahabat menganggap perlu untuk laporkan hal ini, karena ada pelanggaran hukum terhadap kewenangan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah, bahkan menyalahi aturan kepegawaian.

“ Kami dan tim Vena sudah laporkan soal ini kepada sekda dan penjabat bupati untuk ditindak lanjuti. Bahkan kami juga sudah laporkan ke Polres  agar hal ini diselesaikan secara hukum. Tembusan surat kami juga langsung ke Menpan, Mendagri dan kapolda NTT, dan Bawaslu pusat,” jelasnya.

Atet menambahkan, laporan yang disampaikan tim Sahabat ini, diharapkan akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait dengan sangsi tegas, bahkan bisa oknum Camat Raihat beri sangsi berupa pemecatan.

“ Kami minta dengan tegas agar oknum camat tersebut diberi sangsi tegas. Bila perlu dipecat, karena perbuatan dia mencoreng nilai demokrasi di Kabupaten Belu,” tegasnya.

Terpisah, ketua Tim pemenangan Paket Vena, Ramos Tae Bere menjelaskan, Tim sahabat dan Vena akan mendorong persoalan ini ke ranah hukum untuk diberi sangsi yang tegas. Pasalnya, oknum pejabat pemerintah dalam hal ini camat, telah menyalahgunakan kewenangan dengan terjun langsung dalam politik praktis.

“ Kita sudah lapor ke Polres dan Polda NTT untuk usut tuntas kasus ini. Sebab oknum camat tersebut menggunakan stempel negara untuk kepentingan politik. Dan sangsi pidana jelas terkait persoalan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Johanis Prihatin, Kepala Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Kabupaten Belu, yang diduga memberikan sejumlah uang untuk kelancaran kerja politik Paket NKRI membantah tudingan tersebut.

Menurutnya, dirinya tidak pernah memberikan sejumlah uang kepada Camat Raihat, untuk menggalang kekuatan politik dan memenangkan tim NKRI. “ Silahkan tanya ke camat apa benar saya pernah titip uang uang untuk hal tersebut? Atau tanya kepada yang membuat postingan sumber tersebut dari mana asalnya,” jelasnya.

Sementara itu Sekda Kabupeten Belu, Petrus Bere, yang dihubungi terkait persoalan ini menjelaskan, laporan tersebut sudah diterima pihaknya. Menurut rencana senin pekan depan dirinya akan memanggil Camat Raihat, Kepala BNPP dan Kades Tohe Leten, untuk  dimintai klarifikasi.

“ Senin saya akan panggil mereka untuk periksa. Kalau terbukti kita akan proses sangsi kepada yang bersangkutan, sesuai dengan aturan ASN. Tidak benar PNS ikut –ikut dalam politik menggunakan kewenangan dan fasilitas negara,” jelasnya.

Falens Pareira, Calon Bupati dari tim paket NKRI, yang dihubungi terkait hal ini, tidak menjawab panggilan telepon fokusnusatenggara.com dan membalas pesan singkat yang dikirim, hingga berita ini diturunkan. (Laporan : Jeffry Leonardo Taolin)

 

 

 

Comments
Loading...