Pilgub NTT, TTU Bukan “Zona Neraka”

0 62

KEFAMENANU,fokusnusatenggara.com- Pilkada Gubernur NTT semakin panas. Tensi tinggi saling klaim basis wilayah pada kampanye putaran pertama semakin masif. Ramai-ramai merebut Timor sebagai lumbung suara terbesar setelah Flores.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang mana bupatinya masuk sebagai salah satu tim pemenangan pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Naesoi (Koalisi Nasdem dan Golkar), kerap mengklaim kemenangan diatas angka 80 persen untuk tanah Biinmafo. Butuh nyali besar untuk lakukan kampanye di daerah ini. Sebab TTU miliki sebutan baru sebaga “Zona Neraka”, lantaran pasangan calon lain kerap lakukan kampanye di depan kursi kosong.

Namun sebutan TTU sebagai “Zona Neraka” ternyata hanya isapan jempol belaka. Bahkan klaim sepihak juga dianggap sebagai angin lalu tanpa dasar yang kuat. Buktinya, paket Harnoni yang mengusung pasangan Benny K Harman dan Benny Litelnoni, calon Gubernur NTT Nomor Urut 3, berkampanye dengan bebas di daerah yang disebut basisnya Voktory Joss.

Dari 8 titik kampanye selama dua hari tersebut, antusiame masyarakat cukup tinggi. Ratusan  orang hadiri setiap titiknya. Mereka datang cuman satu tujuan, mendukung dan mendengar langsung program unggulan Paket Harmoni. Mereka tidak takut dengan ancaman bahwa anak dan anggota keluarganya akan dimutasi, bahkan diberhentikan dari tenaga kontrak daerah apabila mereka mendukung paket lain.

“ Kami datang untuk dengar visi dan misi setiap calon pemimpin. Dan saat ini Paket Harmoni datang dengan visi dan missi yang bisa menjawab persoalan kami. Kami tidak takut bahwa besok setelah kampanye, anak kami akan diberhentikan dari tenaga kontrak daerah,” ungkap Frans Binsasi, warga Kelurahan Nasleu, saat hadir dalam kampanye terbatas paket Harmoni di Aula Paroki Naisleu, 7 Maret 2018.

Semangat untuk melawan dan tidak takut ratusan warga yang hadir tidak tersulut, bahkan terus membara di saat Jurkam paket Harmoni, Mel Adoe mulai dengan orasinya. Mantan Ketua DPRD Provinsi NTT tersebut menegaskan bahwa masyarakat jangan mau diintimidasi.

“ Bapa dan mama semua jangan mau ditekan dan diancam. Semua gertakan dan ancaman hanya isu semata. Bapa mama harus bersatu untuk melawan gertakan tersebut. Saya cukup salut dengan antusias bapa mama yang hadir saat ini. Hal ini membuktikan bahwa ternyata klaim tersebut tidak ada apa-apanya alisa omong kosong,” pesan Mel Adoe dalam orasinya.

Masyarakat bukanya takut, bahkan dukungan semakin mengalir ke Paket Harmoni. Saat kampanye terakhir di Kecamatan Maubesi, Benny Litelnoni, Wakil Gubernur Paket Harmoni diterima secara adat. Oleh para fukun dan mafefa (Pemangku Adat Sonaf Maubesi), Paket Harmoni dinilai layak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode mendatang.

Ternyata TTU bukan “Zona Neraka”, bahkan TTU tetap menjadi Bumi Biinmafo yang ramah dengan siapa saja, bukan milik kandidat maupun paslon gubernur tertentu. TTU tetap menjadi tanah yang nyaman, rumah besar bagi seluruh Paslon Gubernur NTT. Klaim kemenangan paslon lain, tidak menyurutkan perjungan paket lain untuk mendulang suara. Bahkan klaim itu terkesan biasa-biasa saja tanpa adanya efek yang luar biasa. (Jeffry Taolin)

 

Comments
Loading...