Pilgub NTT, TTU Bukan “Zona Neraka”

  • Bagikan

KEFAMENANU,fokusnusatenggara.com- Pilkada Gubernur NTT semakin panas. Tensi tinggi saling klaim basis wilayah pada kampanye putaran pertama semakin masif. Ramai-ramai merebut Timor sebagai lumbung suara terbesar setelah Flores.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang mana bupatinya masuk sebagai salah satu tim pemenangan pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Naesoi (Koalisi Nasdem dan Golkar), kerap mengklaim kemenangan diatas angka 80 persen untuk tanah Biinmafo. Butuh nyali besar untuk lakukan kampanye di daerah ini. Sebab TTU miliki sebutan baru sebaga “Zona Neraka”, lantaran pasangan calon lain kerap lakukan kampanye di depan kursi kosong.

Baca Juga :  HUT Ke-20 Partai Demokrat, "Berkoalisi dengan Rakyat Bangkit Menuju Indonesia Emas 2045"

Namun sebutan TTU sebagai “Zona Neraka” ternyata hanya isapan jempol belaka. Bahkan klaim sepihak juga dianggap sebagai angin lalu tanpa dasar yang kuat. Buktinya, paket Harnoni yang mengusung pasangan Benny K Harman dan Benny Litelnoni, calon Gubernur NTT Nomor Urut 3, berkampanye dengan bebas di daerah yang disebut basisnya Voktory Joss.

Baca Juga :  Ini Strategi BKH Atasi Masalah Human Trafficking di NTT

Dari 8 titik kampanye selama dua hari tersebut, antusiame masyarakat cukup tinggi. Ratusan  orang hadiri setiap titiknya. Mereka datang cuman satu tujuan, mendukung dan mendengar langsung program unggulan Paket Harmoni. Mereka tidak takut dengan ancaman bahwa anak dan anggota keluarganya akan dimutasi, bahkan diberhentikan dari tenaga kontrak daerah apabila mereka mendukung paket lain.

Baca Juga :  Merasa Dihina Lewat Facebook, Jonas Salean : Saya Sudah Tahu Para Pemilik Akun Palsu

“ Kami datang untuk dengar visi dan misi setiap calon pemimpin. Dan saat ini Paket Harmoni datang dengan visi dan missi yang bisa menjawab persoalan kami. Kami tidak takut bahwa besok setelah kampanye, anak kami akan diberhentikan dari tenaga kontrak daerah,” ungkap Frans Binsasi, warga Kelurahan Nasleu, saat hadir dalam kampanye terbatas paket Harmoni di Aula Paroki Naisleu, 7 Maret 2018.

  • Bagikan