“Nekaf Mese, Amsaof Mese Na Harmoni” Saatnya Timor Memilih Gubernur

0
1122
Loading...

SOE, fokusnsuatenggara.com- Suasana Kota Soe, Ibu Kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Tmur (NTT),  Sabtu, 10 Februari 2018 siang itu terlihat berbeda dari biasanya. Aktifitas masyarakat berjalan normal.  Namun di seluruh ruas jalan protokol, ribuan masyarakat tumpah ruah. Mereka berbondong-bondong menuju GOR Nekmese, untuk hadiri Deklarasi Khebinekaan Harmoni (Benny K Harman dan Benny Litelnoni), Calon Gubernur dan Wakil Gubernu NTT.Datang dari penjuru Amanatun,Amanuban dan Mollo, hanya dengan satu tujuan yakni memberikan dukungan secara tulus kepada Paket Harmoni.  “ Saya dan ratusan masyarakat Kualin, kami sudah dari malam di Kota Soe. Kami datang hanya mau mendukung Pa Benny Litelnoni dan Pa Benny Harman untuk jadi Gubernur,” ungkap Nahor Tanaem, Petani Asal desa Kualin, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS.

Gedung GOR Nekmese, penuh sesak dengan dengan ribuan orang. Mereka duduk rapi dan tak henti meneriakan Tagline Harmoni “Kita Bhineka, Kita Harmoni,”.  Suasana GOR makin pecah dengan teriakan, disaat  Benny K harman dan Benny Litelnoni, didampingi istri masing masing tiba. Teriakan semakin riuh bahkan ada yang meneteskan air mata, karena haru dengan ketokohan dua sosok ini.

Billi Nope, Raja Amanatun, yang diapit Usif Oematan, Raja Mollo, dan Usif Banunaek, Raja Amanuban, langsung memakaikan Pilu (Destar atau Ikat Kepala Orang Timor), kepada Benny K Harman (BKH) dan Benny Litelnoni. Pemakaian Pilu ini, sebagai simbol bahwa seluruh masayarakat  tiga Swapraja di TTS, mendukung HARMONI.

“ Atas nama seluruh masyarakat tiga swaparaja di TTS, kami siap menangkan Harmoni. Kami setia dan akan terus setia sampai mengantarkan Harmoni menuju kursi Gubernur NTT,”  Ungkap Usif Billi Nope, pada saat prosesi pemakaian Pilu kepada BKH.

Ceremonial acara deklarasi berjalan normal. Namun suasana hening tiba tiba menyelimuti seiisi GOR Nekmese, di saat Benny Litelnoni mulai melakukan orasi politik.  Derai air mata, tangis histeris sontak mebuat suasana dalam GOR menjadi pilu. Kalimat pembuka Benny Litelnoni, terasa menyayat hati seluruh masyarakat yang hadir.

“ Au aina nok Au Ama Sin, Au Toet terima kasih na neon iya, he em mituin kau, na acara deklarasi.  Au ka muif sa sa, na eke balas semua pengorbanan ke, kalau au mui sanat, au minta maaf. Hit nekaf mese, amsaof mese na Harmoni,” ungkap Litelnoni dengan menahan isak tangis.

Sederhana memang kalimat pembuka ini. Yang kalau diterjemahkan secara lurus dalam bahasa indonesia kira-kira bunyinya demikian. “ Bapa dan mama semua, saya minta terima kasih untuk hari ini, kalian datang ikut saya untuk deklarasi. Saya tidak punya apa – apa untuk balas semua  pengorbanan kalian, saya minta maaf untuk itu. Mari kita satu hari satu rasa untuk Harmoni”.

Namun kalimat ini menjadi magnet siang itu. Dengan satu pekikan teriakan ribuan masyarakat  mengamini dengan kalimat “ Haim Maet Na Harmoni” yang artinya “ kami Mati di Harmoni”.  Mati bukan dalam arti sebenarnya, tapi menunjukan kesetiaan mereka untuk Harmoni.

Suasana kembali tenang, di saat BKH memulai pidatonya. Dengan konsep terukur yang menandakan kecerdasaannya, BKH mulai dengan menyapa seluruh masyarakat yang ada. “ Peristiwa hari ini merupakan akumulasi dari semua alasan mengapa saya maju maju menjadi calon Gubernur NTT.  Saya termotivasi dengan kesetiaan masyarakat TTS yang dengan tulus memberikan dukungan kepada kami tanpa pamrih. Kesetiaan ini akan kami jaga, dan kita buktikan pada saatnya nanti. Kami tidak akan mencederai dan hianati kesetiaan ini,” ungkap BKH.

Kabupaten TTS merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak. Berdasarkan data yang ada, jumlah pemilih di TTS mencapai 500 ribu suara. Kondisi hari ini membuat Paket Harmoni menjadi yakin, kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijaga untuk tetap solid hingga 27 Juni 2018, disaat hari pemilihan.

“ Kami akan jaga kesolidan ini hingga hari coblos nanti. Memang ada banyak paket, tapi kami sudah menyatakan diri ke Harmoni. Untuk itu bagi kami hanya harmoni, tidak ada yang lain,” ungkap Billi Nope usai acara deklarasi.

Saat ini ada empat paket yang maju bertarung dalam Pilgub NTT. Selain Harmoni, ada pasangan Eston Foenay – Cristian Rotok (EC), Marianus Sae – Emi Neomleni (MS –EN) dan Viktor Laiskodat – Josep Naesoi (Viktory Joss). Tapi bagi masyarakat TTS, hanya “Nekaf Mese, Amsaof Mese Na Harmoni”. Saatnya Tanah Timor Memilih Gubernur. (Je Taolin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here