Menanti “Pucuk Baru” Dari “Beringin” Di Pilgub NTT

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Suasana Jelang Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2018 semakin panas. Banyak calon terus promosikan diri menggunakan berbagai cara. ada yang mengkampanyekan diri secara langsung ke publik melalui tim relawan, mesin partai politik, hingga menggunakan jejaring media sosial.

Dari semua calon yang ada, konstelasi paling memanas datangnya dari DPD Partai Golkar NTT. Ibrahim A Medah, Ketua DPD Partai Golkar NTT, kembali diendus sebagai calon Gubernur NTT, kendati sudah dua kali sebelumnya maju dan kalah. Perdebatan muncul dala simpatisan golkar. Banyak yang menginginkan agar Golkar melakukan proses regenerasi kepada kaum muda. Tapi banyak juga menginginkan agar Iban Medah kembali didaulat menjadi calon.

Perbedaan ini membuat DPP Partai Golkar akhirnya bersikap untuk menentukan calon melalui jalan survei. Delapan kader potensial diajukan untuk disurvei. Hasilnya akan dilihat pada tingkat elektoral para kontestan. Menarik untuk disimak, siapa yang akan muncul sebagai tunas baru dari partai berlambang beringin ini untuk maju menjadi Calon Gubernur NTT mendatang.

Baca Juga :  Kumpul KTP Dukung SBS, Camat Ini Mengaku Disuruh Ketua DPRD Malaka

Figur-figur tua tersebut, sebut saja Ibrahim Agustinus Medah atau yang biasa disapa Iban Medah, Ketua DPD Partai Golkar NTT, yang juga anggota DPD RI saat ini. Selain Iban Medah, ada Eston Foenay, mantan Wakil Gubernur NTT Periode 2008-2013 yang juga Ketua DPD partai Gerindra NTT. Kedua sosok ini bukan pemain politik amatiran di NTT. Kredibilitas mereka sudah teruji dan terukur, namun faktor mujur dan garis tangan saja yang masih jauh dari mereka berdua.

Selain kedua sosok tersebut, Pilkada Gubernur NTT kali ini akan begitu senarak dengan munculnya beberapa kader muda. Sebut saja ada Beny K Harman, politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPR RI. Raymundus Fernandez, Bupati kabupaten Timor Tengah Utara, Daniel Tagu Dedo, Mantan Dirut Bank NTT, Kristo Blasin, Politisi PDI Perjuangan NTT, Ayub Titu Eki, Bupati Kupang, serta Melkiades Laka Lena, Politisi dan Pengurus DPP Partai Golkar.

Baca Juga :  Nasdem Ke NKRI, Gerindra Belum Tentukan Paket

Dari banyaknya figur yang sudah menyatakan maju, tentu faktor kendaraan politik menjadi bagian yang tidak dipisahkan dalam helatan politik kali ini. Partai politik seperti PDI Perjuangan misalnya, sudah memberikan wewenang kepada para kadernya yakni Raymundus Fernandez, Kristo Blasin dan Daniel Tagu Dedo untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat NTT.

Dari Partai Demokrat, Beny K Harman juga sudah diberi sinyal agar melakukan safari politik ke NTT guna meminta restu masyarakat agar maju bertarung dalam Pilkada Gubernur NTT. Yang lebih mengerucut adalah sosok Eston Foenay yang secara terbuka telah memilih Cristian Rotok, sebagai Calon Wakil Gubernur NTT untuk mendapinginya, kendati belum menerima SK dukungan dari Partai Gerindra.

Yang menarik disini adalah menunggu siapa yang akan keluar dari Partai Golkar, untuk dicalonkan menjadi jagoannya dalam Pilkada Gubernur NTT kali ini. Tidak bisa dipungkiri, sejauh ini bahkan sudah setahun yag lalu, sosok Iban Medah selalu dibicarakan akan menjadi calon yang diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini. Tidak heran memang, sebab sebagai Ketua DPD partai Golkar NTT, Iban Medah juga diberi mandat oleh hampir sebagian besar pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten di NTT untuk menjadi Calon Gubernur.

Baca Juga :  Walikota Kupang Dinilai Tidak Paham Soal Substansi UU Nomor 10 Tahun 2016

Namun apa mau dikata. Awal April 2017, sikap optimis Iban Medah yang merasa yakin akan diusung Partai Golkar harus ditahan. Iban medah harus kembali berhitung soal peluang dalam langkah politiknya menjadi calon Gubernur NTT yang akan diusung Partai Golkar. Pasalnya, DPP Parta Golkar melalui Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Nusa Tenggara dan Bali, AA Bagus Adhi Mahendra Putra, mengeluarkan rilis kepada wartawan terkait proses seleksi calon Gubernur NTT dari Partai Golkar.

  • Bagikan