Menanti “Pucuk Baru” Dari “Beringin” Di Pilgub NTT

0 52

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Suasana Jelang Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2018 semakin panas. Banyak calon terus promosikan diri menggunakan berbagai cara. ada yang mengkampanyekan diri secara langsung ke publik melalui tim relawan, mesin partai politik, hingga menggunakan jejaring media sosial.

Dari semua calon yang ada, konstelasi paling memanas datangnya dari DPD Partai Golkar NTT. Ibrahim A Medah, Ketua DPD Partai Golkar NTT, kembali diendus sebagai calon Gubernur NTT, kendati sudah dua kali sebelumnya maju dan kalah. Perdebatan muncul dala simpatisan golkar. Banyak yang menginginkan agar Golkar melakukan proses regenerasi kepada kaum muda. Tapi banyak juga menginginkan agar Iban Medah kembali didaulat menjadi calon.

Perbedaan ini membuat DPP Partai Golkar akhirnya bersikap untuk menentukan calon melalui jalan survei. Delapan kader potensial diajukan untuk disurvei. Hasilnya akan dilihat pada tingkat elektoral para kontestan. Menarik untuk disimak, siapa yang akan muncul sebagai tunas baru dari partai berlambang beringin ini untuk maju menjadi Calon Gubernur NTT mendatang.

Figur-figur tua tersebut, sebut saja Ibrahim Agustinus Medah atau yang biasa disapa Iban Medah, Ketua DPD Partai Golkar NTT, yang juga anggota DPD RI saat ini. Selain Iban Medah, ada Eston Foenay, mantan Wakil Gubernur NTT Periode 2008-2013 yang juga Ketua DPD partai Gerindra NTT. Kedua sosok ini bukan pemain politik amatiran di NTT. Kredibilitas mereka sudah teruji dan terukur, namun faktor mujur dan garis tangan saja yang masih jauh dari mereka berdua.

Selain kedua sosok tersebut, Pilkada Gubernur NTT kali ini akan begitu senarak dengan munculnya beberapa kader muda. Sebut saja ada Beny K Harman, politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPR RI. Raymundus Fernandez, Bupati kabupaten Timor Tengah Utara, Daniel Tagu Dedo, Mantan Dirut Bank NTT, Kristo Blasin, Politisi PDI Perjuangan NTT, Ayub Titu Eki, Bupati Kupang, serta Melkiades Laka Lena, Politisi dan Pengurus DPP Partai Golkar.

Dari banyaknya figur yang sudah menyatakan maju, tentu faktor kendaraan politik menjadi bagian yang tidak dipisahkan dalam helatan politik kali ini. Partai politik seperti PDI Perjuangan misalnya, sudah memberikan wewenang kepada para kadernya yakni Raymundus Fernandez, Kristo Blasin dan Daniel Tagu Dedo untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat NTT.

Dari Partai Demokrat, Beny K Harman juga sudah diberi sinyal agar melakukan safari politik ke NTT guna meminta restu masyarakat agar maju bertarung dalam Pilkada Gubernur NTT. Yang lebih mengerucut adalah sosok Eston Foenay yang secara terbuka telah memilih Cristian Rotok, sebagai Calon Wakil Gubernur NTT untuk mendapinginya, kendati belum menerima SK dukungan dari Partai Gerindra.

Yang menarik disini adalah menunggu siapa yang akan keluar dari Partai Golkar, untuk dicalonkan menjadi jagoannya dalam Pilkada Gubernur NTT kali ini. Tidak bisa dipungkiri, sejauh ini bahkan sudah setahun yag lalu, sosok Iban Medah selalu dibicarakan akan menjadi calon yang diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini. Tidak heran memang, sebab sebagai Ketua DPD partai Golkar NTT, Iban Medah juga diberi mandat oleh hampir sebagian besar pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten di NTT untuk menjadi Calon Gubernur.

Namun apa mau dikata. Awal April 2017, sikap optimis Iban Medah yang merasa yakin akan diusung Partai Golkar harus ditahan. Iban medah harus kembali berhitung soal peluang dalam langkah politiknya menjadi calon Gubernur NTT yang akan diusung Partai Golkar. Pasalnya, DPP Parta Golkar melalui Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Nusa Tenggara dan Bali, AA Bagus Adhi Mahendra Putra, mengeluarkan rilis kepada wartawan terkait proses seleksi calon Gubernur NTT dari Partai Golkar.

Dalam rilis tersebut Mahendra menegaskan, keputusan untuk mengusung calon dalam Pilkada Gubernur NTT akan dilakukan berdasarkan mekanisme survei. Bahkan survei yang dilakukan sudah tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar.

Dengan adanya mekamisme survei, tentu peluang Iban Medah akan semakin sulit. Sebab dirinya akan bersaing dengan beberapa nama kader golkar yang memiliki tingkat elektabilitas serta peluang yang sama untuk diusung. Selain Iban Medah, ada nama Anwar Pua geno ( Ketua DPRD NTT), Abraham Paul Liyanto (Senior Kosgoro/Senator DPD RI), Gideon Mbilijora (Ketua DPD Partai Golkar Sumba Timur), Umbu Sapi Pateduk (Bupati Sumba Tengah), Yosep Tote (Bupati Manggarai Timur), Yoseph Nae Soi (Wasekjend DPP partai Golkar) dan Melkiades Laka Lena (Wasekjend DPP Partai Golkar).

Menjadi pertanyaan mendasar, siapa nantinya akan keluar dari Partai Golkar ini? Jawaban formil semua akan tergantung hasil survei. Namun sebelum menuju hasil survei, tentu kita bisa melakukan prediksi sederhana dengan sedikit analisa akan pengalaman Pilkada Gubernur di NTT.

Ini untuk kali ketiganya Iban Medah maju menjadi calon Gubernur NTT. Pada saat pertama maju di periode 2008-2013 bersama Paulus Moa, dirinya kalah melawan Frans Lebu Raya yang berpasangan dengan Eston Foenay. Masuk periode tahun 2013-2018 berpasangan dengan Melkiades Laka Lena, dirinya kembali kalah untuk kedua kalinya. Saat ini dirinya kembali menyatakan diri maju. Akankah pengalaman pahit dua periode terulang lagi kali ini?

Kemungkinan untuk tumbang tetap ada dengan memilih Iban Medah maju lagi melalui Golkar. Strategi politik akhirnya berubah, Partai Golkar kali ini lebih mengedepankan hasil survei ketimbang rekomendasi dari pengurus DPD Partai Golkar tingkat kabupaten. Tentu alasan ini sudah melewati proses analisa politik yang matang, mereka tidak akan kecolongan untuk ketiga kalinya.

Dari delapan nama yang masuk survei Partai Golkar untuk maju bertarung dalam Pilkada Gubernur NTT mendatang, kalau kita mau fair, selain Iban Medah, peluang terbesar ada di Melkiades Lena. Selain sebagai sosok muda yang baru berusia 41 tahun, Laka Lena dinilai mampu merubah paradigma lama Partai Golkar yang selama ini cenderung mengusung calon yang mapan secara politik dan usia tanpa melihat potensi pimpinan muda yang memiliki visi kepemimpinan yang tidak kalah dari pada sosok yang matang secara politik maupun usia.

Seperti yang dikatakan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, yang dikutip melalui kompaisana.com, dimasukan nama Melkiades Laka Lena sebagai salah satu figur yang disurvei, sudah melewati sebuah pertimbangan matang. Golkar menyadari regenerasi dan kaderisasi dalam tubuh partai sangat penting. Penunjukan Melki Laka Lena ini dilakukan Golkar untuk Indonesia. Sudah saatnya anak muda yang bersih dan memiliki visi ditampilkan dalam sejarah bangsa.

Melihat pengalaman Golkar dalam Pilkada Gubernur NTT selama dua periode lalu, tentu sudah saatnya Golkar harus mencari alternatif lain untuk diusung selain Iban Medah. Sosok muda dan energik, kemampuan memimpin yang teruji serta terukur ditunjang oleh pengalaman dan karir politik cemerleng tentu bisa menjawab asa akan kemenangan hajatan politik di bumi Flobamora. dan figur tersebut hanya kita dapatkan dalam diri Melkiades Laka Lena. Akankan dari akar beringin yang kuat akan muncul pucuk baru pembawa perubahan di NTT? Kita akan melihat dari hasil survei yang akan diumumkan pada Agustus  2017 nanti.

Laporan : Jeffry Taolin

Comments
Loading...