“Membunuh” Secara Politik Ala SBS

0
550
Loading...

Stefanus Bria Seran (SBS), Bupati Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pekan ini menjadi topik politik yang menarik. Banyak media memberitakan soal bergabungnya SBS menjadi kader partai Golkar Kabupaten Malaka. Sebetulnya biasa-biasa saja.  Tetapi topik ini menjadi luar biasa disaat momentum ini dilakukan SBS tak kala Partai Golkar akan melakukan survei terhadap Bakal Calon Bupati yang diusung pada Pilkada serentak 2020 nanti.

Berita ini sontak membungkam spekulasi banyak pihak terutama lawan politik SBS, sebab jauh sebelum bergabungnya SBS ke Partai Golkar, muncul spekulasi soal sulitnya SBS untuk bisa diakomodir dari Partai berlambang Beringin ini.  Sebab konon katanya, Golkar Kabupaten Malaka akan mengusung DR. Simon Nahak, sebagai Bakal Calon Bupati, yang sudah lebih dulu mendaftar untuk disurvei.

Selain itu, muncul spekulasi bahwa jabatan Adrianus Bria Seran sebagai ketua DPD Golkar Kabupaten Malaka juga akan diganti, sebab Adrianus Bria Seran dinilai gagal dalam mendulang suara Partai Golkar pada pemilu kali lalu, terutama untuk perolehan kursi anggota DPR RI. Bahkan sosok Hengky Melky Simu, kader Partai Golkar Malaka digadang-gadang menjadi penggantinya.

Namun itulah politik. Biramanya selalu dinamis, bahkan bisa berubah sesuai kepentingan mana yang akan dipakai. Partai Golkar Malaka memberi contoh bahwa kepentingan partai akan menjadi prioritas utama. dengan masuknya SBS akan memberi energi baru bagi Golkar NTT, demikian ungkap Emanuel Melkiades Lakalena, Ketua DPD Golkar NTT, usai pelaksanaan Rakerda Partai Golkar Malaka Senin 5 Agustus 2019 lalu.

Lalu bagaimana dampak politik disaat SBS resmi menjadi Kader Partai Golkar Malaka? tentu dampak politiknya besar. Sebagai Bupati Petahana, SBS diharapkan akan terus meningkatkan kuantitas elektoral Partai Golkar ditahun politik mendatang. Ujian terbesarnya adalah dengan memenangkan Golkar dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Malaka tahun 2020.

Soal dampak politik ini tentunya bukan hal mustahil. SBS dengan tingkat popularitas akhir akhir ini sudah bisa mendongkrak elektabilitas dirinya, sebab cukup populis dikalangan pendukungnya. Bahkan untuk saat ini, prosentase popularitas yang membuat tingkat elektabilitas SBS naik, sulit dikuti oleh calon lain semisal DR. Simon Nahak.

Dampak kedua dari masuknya SBS Ke Partai Golkar Malaka adalah dampak psikologis bagi para penantangnya. Saat ini saya yakin bahwa lawan politik SBS sedang berhitung untung rugi, apa teruskan niat untuk maju bertarung atau mundur teratur. Hitungannya sederhana. Pilkada serentak, dimana rakyat menentukan suara secara langsung, tingkat populis seorang figur menjadi faktor utama selain kapital politik lainnya semisal sumber daya keuangan, pengaruh dan pendukung.

Lawan politik SBS saat ini, tentu akan dibuat pusing untuk menentukan kendaraan politik mana yang akan dipakai selain Golkar (Sebab hanya Golkar yang bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi). Apabila Basisnya Survei, tentu hitungan saat ini semua lawan SBS jauh tertnggal dibawah dari sisi angka. Partai juga tidak mau kehilangan muka dengan mendukung figur yang jelas jelas secara survei jauh dibawah untuk “dipaksa” bertarung dengan SBS. Dalam konteks kendaraan politik ini, tentu semua partai akan lebih memilih SBS untuk diusung dan didukung ketimbang figur lain, yang belum terukur dan teruji hasil surveinya. tapi politik dinamis. biramanya selalu membuat terlena, hingga merubah makna dari setiap konsensus dan hasil.

Lalu pilihan kendaraan politik yang dipakai oleh lawan SBS apa? ini pertanyaan akan muncul apabila pintu partai politik tertutup, tentu bisa lewat jalur perseorangan atau independen. Namun politik itu adalah seni “Membunuh” lawan. Htungan masuk lewat jalur independen bisa dilakukan asal tim cukup kuat dipaksa kerja keras untuk lengkapi persayaratan minimal oleh undang-undang. Pilihan ini bagus selain untuk melengkapi syarat, figur yang bersangkutan bisa mengukur diri sejauh mana dukungan nyata yang diberikan kepadanya.

Namun harus diingat, yang dilawan saat ini adalah SBS, Bupati Petahana, dengan sumber kekuatan yang sangat maksimal, baik itu sumber daya keuangan, kekuasaan, pengaruh serta populis tadi. Hanya dengan tim yang rapi, petarung sejati, dengan strategi politik mumpuni yang bisa berhasil dengan cara ini. Sebab tidak mungkin, cara “Membunuh” lawan politik ala SBS akan dimainkan untuk memperlambat lawannya dalam menggunakan jalur independen.

Saya Masih ingat dua bulan lalu sebelum Partai Golkar Malaka melakukan Rakerda, ada optimisme tanpa hitungan logis dan politis dari lawan SBS. Mungkin terlalu jumawa atau terlalu percaya diri sampai lupa mengamankan kondisi terjelek atas skenario ini. Lawan SBS lupa, bahwa disaat mereka jumawa, SBS sedang memainkan opini bahwa dirinya sulit dapatkan pintu partai. Bahkan dalam diskusi politik di dunia digital, loyalis-loyalis lawan SBS selalu memainkan narasi bahwa SBS tidak akan diakomodir melalui pintu parpol.

Faktanya, Golkar menerima keinginan SBS untuk menjadi kader. ini bukan peristiwa ceremonial belaka, tetapi ini momentumnya SBS yang mulai mendikte lawan politiknya. Golkar itu partai besar. Strategi yang dipakai selama ini, adalah ikut masuk bermain dalam sistem. bagi Golkar tidak ada spekulasi untuk melawan sistem. Golkar akan selalu selaras dengan sistem, dan itu bisa diakomodir oleh SBS. Dengan perolehan suara pemilu 2019 untuk Kabupaten Malaka yang tinggi kemarin, itu adalah signal bahwa Golkar Malaka tetap dalam kendali Adrianus Bria Seran, adik kandung SBS.

Tentu jauh sebelum peristiwa ceremonial kemarin, diskusi politik antara SBS dengan seluruh petinggi Golkar sudah dilakukan dan mengasilkan keputusan soal sikap politik itu, sehingga ada agenda ceremonial bergabungnya SBS dengan Partai Golkar.

lalu bagaimana mengalahkan SBS? dalam kondisi normal saat ini tentu sangat sulit untuk melawan dengan amunisi sekadarnya. SBS hanya bisa dikalahkan apabila dalam tahapan menuju pencoblosan di 2020, ada persoalan luar biasa yang membatalkan proses pencalonannya. Namun rasanya sangat sulit dengan kondisi saat ini. Saya yakin bahwa lawan politik SBS saat ini akan terus mencari celah untuk memilih cara ini walau mustahil, tetapi minimal dilakukan untuk bisa tetap dalam gelanggang pertarungan politik ini. (Salam Kopi Itam)

Penulis : Jeffry Taolin


Reporter: 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here