Lusia Adinda Leburaya Semakin Menguat Jelang Penetapan Calon Di PDIP

0 75

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Dinamika konstelasi Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin alot. Jelang penepatan calon dari PDI Perjuangan, nama Lusia Adinda Leburaya, istri Gubernur NTT, Frans Leburaya yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan semakin menguat.

Bahkan Adinda digadang-gadang  akan menjadi pilihan alternatif diantara beberapa kader yang diusulkan, guna mencegah perpecahan dalam tubuh PDI Perjuangan, antara kelompok loyalis PNI, Parkindo dan GMNI, sebagai pengawal ideologi partai tersebut.

Terbukti, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan telah mengeluarkan surat undangan dalam rangka memantapkan konsolidasi organisasi internal Partai, terkait Pilkada Serentak Tahun 2018. Rapat tersebut akan digelar hari ini, Kamis, 14 Desember 2017, dengan agenda konsolidasi organisasi internal Partai bertempat di Kantor PDI Perjuangan di Jl. P. Diponegoro No. 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam Surat tersebut, selain Lusia Adinda Leburaya, DPP PDI Perjuangan juga mengundang nama lain yakni, Ketua DPD PDIP NTT, Frans Leburaya, Raymundus Sau Femandes,Marianus Sae, Noviyanto U. P. Lende, dan Emy Neomleni.

Menanggapi hal ini, Analis Politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Acry Deodatus mengatakan, munculnya Nama Lusia di Injury Time menandakan  politik itu sebagai seni kemungkinan.

Akri mengatakan Karakter pemilih di NTT sejak tahun 1958 sampai dengan saat ini saat memilih gubernur selalu memperhatkan keberagaman dalam masyarakat sehingga tetap menjaga keharmonisan dan keseimbangan.

“Umpannya kalau gubernurnya dari wilayah Selatan maka wakilnya selalu dari utara, vice versa.Jika Ibu Lusia dari utara kalau dipadukan dengan Paul Mella dari Timor saya yakin akan sesuai dengan aspirasi sebagian besar masyarakat NTT,” kata Akri.

Demikian juga kandidat yang lainnya akan membangun keharmonisan seperti itu, seperti  Esthon yang berpasangan dengan Christian Rotok atau Beni K. Harman padanannya pasti dari Timor atau Sumba.

Hal yang sama kata  Akry, bila Kristo Blasin yang ditetapkan pasti memilih wakil dari wilayah selatan (Sumba atau Timor). “Saya kira inilah budaya politik Pancasila yg penuh tenggang rasa. Filisofi masyarakat Kupang-Ambon “Beta Rasa-Ale Rasa” akan menuntun hati nurani masyarakat NTT untuk  mengerti perasaan sesama yang lain karena bawaan kita memang berbeda” kata Dia.

Akri mengatakan, perkembangan seminggu terakhir, Lusia Adinda Leburaya memang kuat dan berpeluang untuk keluar dari PDI Perjuangan. Namun demikian, tentu pasangan yang akan mendampinginya harus benar-benar memiliki tingkat elektabilitas yang unggul. Dan sosok yang tepat saat ini hanya Paul Mella, Bupati TTS yang berpeluang.  

Pasangan  Lusia – Paul Mella sangat cocok dan berpotensi menang karena Paul Mella sebagai representase dari timor karena pemilihnya banyak. Selain itu, Paul Mella yang juga sangat matang dalam birokrasi pemerintahan. Pasangan ini akan memperoleh dukungan yang besar. (Do Manlea)

 

Comments
Loading...