Langkah Taktis Melki Laka Lena Maju Pilgub NTT

0
1004
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Ketokohan Emanuel Melkiades Laka Lena dalam pusaran politik di NTT tidak diragukan lagi. Setelah sukses besar menggelar kegiatan Sayembara “Ayo Bangun NTT” tingkat elektoral politi Partai Golkar ini terus naik. Beberapa survei calon Gubernur NTT menempatkan mantan Sekjen PP PMKRI ini pada posisi pertama. Lantas apa langkah taktis yang akan dilakukan Laka Lena dalam Pilkada Gubernur NTT kali ini?

Selasa, 20 Juni 2017, di Rumah Relawan Melki Lana Lena menuju NTT 1, berkumpul puluhan relawan dan para wartawan. Kehadiran mereka tersebut guna mengikuti konfrensi pers yang diadakan Melki Laka Lena terkait sikap politik menghadapi Pilgub NTT 2018.

Penting bagi awak media menantikan sikap politik tersebut, sebab dengan tingkat elektabilitas yang tinggi dalam berbagai survei, sejauh ini sosok muda politisi partai Golkar belum menyatakan diri secara resmi untuk maju bertarung dalam helatan Pilgub NTT.

“ Saya tegaskan bahwa mulai saat ini,  saya siap maju dalam Pilkada Gubernur NTT sebagai calon gubernur dari partai Golkar,” tegas Laka Lena, yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, saat membuka konfrensi pers dihadapan puluhan wartawan.

Menurutnya, ketegasan sikap ini diambil menyusul keputusan DPP Partai Golkar yang akan melakukan survei pada pertengahan Juli 2017 mendatang. Bahkan selain dirinya, ada tujuh kader Golkra lainnya yang ikut dalam survei tersebut. Ketujuh kader Golkar NTT tersebut antaranya, Ibrahim A Medah, Ketua DPD Golkar NTT, Anwar Pua Geno, Ketua DPRD NTT, Abraham Paul Liyanto, Anggota DPD RI, Gidion Mbilijota, Bupati Sumba Timur, Umbu Sapi Pateduk, Bupati Sumba Tengah, Yosep Tote, Bupati Manggarai Timur dan Josep Naisoi, fungsionaris DPP Partai Golkar.

“ DPP sudah keluarkan keputusan terkait pelaksaan survei yang akan dilakukan pada pertengahan Juli 2017 nanti. Selain saya ada tujuh kader lainnya. Hasilnya akan diputuskan oleh DPP berdasarkan survei yang dilakukan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sebagai langkah taktis untuk menuju survei Partai Golkar, dirinya akan melakukan beberapa hal. pertama, mengaktifkan kembali seluruh Relawan Melki Laka Lena yang sempat off selama Sayembara, untuk mulai bergerak intensif. Kedua, mempersiapkan isu-isu strategis untuk disosialisasikan kepada masyarakat NTT. “Semua jaringan mulai digerakan, termasuk seluruh ketua-ketua DPD II Golkar se-NTT, karena selama ini semuanya berkomunikasi aktif dengan saya dan mereka akan membantu dengan cara mereka,” jelasnya.

Melki juga menegaskan, dirinya bersama tim relawan dan simpatisan mulai serius melakukan terbosan politik yang elegan dan terhormat untuk bisa menang survey dan Pilgub NTT 2018. “Semua keputusan akhirnya ada pada DPP Partai Golkar dan sebagai kader kami taat apapun putusan yang nantinya diputuskan oleh Ketua Umum dan Sekjen, berdasarkan pedoman yang tertuang dalam Peraturan Organi sasi Nomor 06,” tegas Melki, dan mengingatkan bahwa usulan dari DPD II harus disampaikan secara tertulis kepada DPP, dan tidak ada dukungan bulat kepada siapapun.

Melihat fenomena politik di tubuh Golkar, persingan semakin panas. Pasalnya, saat ini Ibrahim A Medah, Ketua DPD Partai Golkar, dalam forum Rapimda (Rapat Pimpinan Daerah) pengurus Golkar Tingkat Kabupaten mengklaim mendapatkan dukungan bulat dari semua DPD Partai Golkar di NTT. Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Melki Laka Lena. Menurutnya, mekanisme penentuan calon tetap berpegang pada survei dan diputuskan dalam rapat tingkat DPP. Keputusan DPP berlaku mutlak dan sifatnya mengikat kepada seluruh kader agar patuh dan jalan kaputusan tersebut.

“ Jadi saya tegaskan bahwa keputusan penentuan calon ada di tangan DPP berdasarkan survei yang berpedoman pada Peraturan Organisasi Nomor 06. Keputusan ini final dan mengikat bagi setiap kader di tingkat DPD kabupaten, kecamatan, hinga kelurahan, desa dan pengurus ranting. Jadi tidak ada mekanisme keputusan berdasarkan keputusan Rapimda,” tegasnya.

Ditambahkannya, DPP sebagai pucuk kepemimpinan tertinggi Partai Golkar, bisa mengambil keputusan strategis tanpa harus mendengar usulan dari bawah, karena sikap DPP Partai Golkar tetap berpegang pada aturan. “DPP bisa memutuskan sesuatu hal yang strategis tanpa atau dengan usulan dari bawah. DPP bisa putuskan sendiri, dan kalau sudah ada putusan DPP Golkar untuk Pilgub NTT, maka wajib hukumnya ditaati,” ujar Melki.

Menjawab pertanyaan soal bergulirnya wacana dirinya diduetkan dengan Ketua DPW Nasdem NTT Jacky Uly, Melki menuturkan, dinamika politik sedang berproses sehingga biarkan saja bola politik ini bergulir sampai ada hasil survey.

“Ini sebuah wacana yang berkembang, biarkan dia bergulir. Yang jelas, saya maju sebagai cagub. Tapi saya sadar juga bahwa domain menentukan koalisi ada di DPP partai, jadi biarkan tahapan ini kita lalui dengan sehat, dan survey akan jadi ukuran untuk menentukan siapa jadi cagub dan cawagub dengan memperhatikan realitas politik di NTT. Kalau menang survey, maka kita akan cari cawagub yang melambangkan keterwakilan yang ada di NTT,” tandas Melki, dan memastikan bahwa Golkar memprioritaskan berkoalisi dengan Partai Nasdem.

Belajar dari sukses yang dihelat dalam Sayembara, Melki menyatakan akan mulai bekerja dari daerah-daerah yang paling sulit di NTT. “Misalnya di Kabupaten Kupang, kita akan mulai star dari Amfoang. Ini agar kita lebih memahami permasalahan NTT secara utuh. Karena itu, kita akan mulai dari daerah yang sulit,” tegas Melki Laka Lena. (fatur)

 

   

    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here