KPU Diduga Tidak Netral Dalam Pilkada Malaka

288

BETUN,fokusnusatenggara.com- KPU Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, diduga tidak netral dan fair dalam pelaksanaan tahapan Pilkada Malaka.

Bahkan Ketua KPU Kabupaten Malaka, Makarius Nahak Bere, cenderung bahkan diduga memihak Paket Simon Nahak dan Kim Taolin atau Paket SN-KT.

Dugaan tersebut, seperti dilansir dari nusantara9.com, menguak atas beberapa kronologis dan fakta yang terjadi beberapa hari terakhir ini, pada saat pelaksanaan tahapan kampanye Pilkada Malaka di Kecamatan Wewiku.

Menurut Stefanus Alfridus Bria, pemuda Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, seperti yang dikutip dari nusantara9.com mengisahkan. Kejanggalan yang terjadi atas dugaan tidak netralnya Ketua KPU Malaka diantaranya,

1. Dua kali kampanye Paslon bukan SBS-WT di Kecamatan Wewiku selalu dihadiri Ketua KPU.

2. Ketua KPU dengan Mobil dinasnya ada dalam barisan konvoi Paslon yang sedang iring-iringan bersama masa pendukung dari satu ttik kampanye ke titik kampanye lain di Desa Weoe, pada Jumat, 13 November 2020. Warga menilai janggal karena menurut warga, kalau mau pantau seharusnya tidak ikut dalam convoi. Apalagi melihat jalur yang dilewati convoi Paslon yang keluar dari Jalan Utama, seharusnya Ketua KPU, kalau mau pantau saja, bisa melewati jalur utama.

3. Ketua KPU Malaka menyetir sendiri mobilnya ketika bertugas. Hal ini menurut warga janggal karena seharusnya Ketua KPU adalah pejabat instansi resmi dan kendaraan plat merah itu seharusnya dilengkapi sopir.

4. Didalam mobil dinas tersebut terdapat sejumlah warga Desa Weulun yang menurut pengetahuan warga merupakan pendukung Paslon yang sedang berkampanye. Salah satunya diduga memiliki hubungan kekerabatan dengan isteri Ketua KPU.

5. Ada tangan yang terlihat keluar dari dalam mobil dinas Ketua KPU yang menunjukkan simbol mendukung Pasloon tertentu. Hal ini yang kemudian memancing para pemuda di sekitar untuk bereaksi membalas simbol tersebut.

6. Warga kemudian mengaitkan kehadiran Ketua KPU dalam convoi tersebut dengan keberadaan mobil dinas Ketua KPU yang terpakir di jalan sekitar tempat kampanye pada hari sebelum pelaksanaan kampanye, atau pada Kamis 12 November 2020

7. Ketua KPU sendiri sebenarnya masih harus melaksanakan isolasi mandiri karena baru kembali dari tugas di Surabaya, yang nota bene zona merah Covid-19. Pertanyaannya, kenapa harus bela-belain ikut pantau kampanye?

Karena berbagai kejanggalan tersebut, menurutnya, dirinya bersama Pemuda Weoe, akan melaporkan Ketua KPU Malaka ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka, Makarius Nahak, hingga berita ini diturunkan, belum berhasil dikonfirmasi wartawan.

Namun seperti dilansir dari nusantara9.com, Ketua KPU Malaka saat ini sedang berada di Kupang, guna mengikuti kegiatan Bimtek.

“Kami sementara Bimtek di Kupang,” jawabnya singkat, seperti dikutip dari nusantara9.com. (JeOt)

Comments
Loading...