Ketua Pengadilan Tinggi Lantik Pimpinan DPRD NTT

0
92
Loading...

Kupang, fokusnusatenggara.com / 4 Oktober 2019
Ketua Pengadilan Tinggi NTT Andreas Don Rade, Jumad 4 Oktober melantik empat orang pimpinan DPRD NTT. Mereka adalah Emi Nomleni dari Fraksi PDIP sebagai Ketua dan tiga orang Wakil Ketua, Ince Sayuna ( Golkar), Chris Mboeik ( Nasdem) dan Alo Malo Daddi dari FPKB.

Keempatnya dilantik dan diambil sumpah melalui rapat paripurna istimewa DPRD NTT yang dipimpin ketua sementara, Yunus Takandewa.
Dalam pidato politiknya setelah menerima palu pimpinan, Ketua DPRD NTT definitif, Emi Nomleni mengatakan, pemilu legislatif 2019 merupakan kebangkitan politik perempuan NTT. Karena untuk pertama kalinya, lembaga ini dipimpin oleh dua orang Srikandi, yakni satu menjadi ketua dan lainnya menjadi wakil ketua. Selain itu, hasil pemilu ini juga berhasil menempatkan 12 orang perempuan menjadi anggota DPRD NTT.
“Ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan perempuan. Selain itu menunjukkan keberhasilan perjuangan panjang politik perempuan demi NTT yang adil dan setara di ruang publik ,” kata Emi Nomleni.

Mantan Cawagub NTT ini juga mengajak 11 perempuan yang anggota DPRD NTT untuk membangun kekuatan dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak. Kepemimpinan perempuan dimaknai sebagai keinginan untuk berjalan bersama dengan laki-laki mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan gender.
“Memang saudara laki-laki sudah jalankan, tapi mungkin ada yang belum dijalankan atau dipikirkan. Karena itu kami hadir untuk melengkapi ,” tegas Emi Nomleni yang juga mantan Ketua GMKI ini.

Dia menyebutkan keberadaan lembaga ini merupakan simbol harapan masyarakat. Karena itu bersama pemerintah, harus saling bersinergi untuk menjawabi harapan masyarakat. Namun disadari bahwa lembaga ini bukanlah super hero sehingga tidak semua harapan masyarakat dapat terpenuhi dalam waktu yang singkat.
“Selama lima tahun ke depan, kami harus memperkuat tiga fungsi dewan dan semua rekomendasi yang dihasilkan harus menjawabi kepentingan masyarakat,” ujar Emi Nomleni, yang juga mengajak para wartawan untuk berdiri di garis yang sama untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Emi berargumen, kedudukan lembaga dewan dan eksekutif adalah mitra sejajar. Karena itu, sikap kritis dan saling mengisi tetap dijalankan selama lima tahun periodesasi. Apa yang telah dijalankan pemerintah dan dinilai baik, pasti didukung. Sebaliknya yang belum, akan didorong dan dicarikan solusi terbaik.
“Tentunya semuanya itu semata-mata untuk menjawabi kebutuhan masyarakat, seperti di bidang infrastruktur, kesehatan dan air minum bersih. Kami mengajak semua komponen masyarakat untuk berdiri di garis depan untuk sama-sama mengawal pembangunan ,” harap Emi Nomleni.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengatakan, antara DPRD dan pemerintah sering berbeda pendapat namun hal itu bisa dimaklumi. Namun semua itu harus mengedepankan kebersamaan, apalagi DPRD periode terdapat 12 srikandi dari 65 anggota Dewan yang ada.

“ Dua lembaga ini legislatif dan eksekutif ini adalah mitra sejajar. Sehingga berbagai persoalan yang terjadi seperti kemiskinan dan stunting bisa diatasi. Dengan adaanya 12 srikandi di lembaga DPRD ini tentunya diharapkan lebih membuat kita berkolaborasi, bermitra untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat NTT selama lima tahun ke depan,” kata Josef Nae Soi ( Usif).


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here