Ketika Yadi Nyaman Dalam Pelukan BKH

0
1239
Loading...

WAINGAPU,fokusnusatenggara.com- Yadi Mbepajawal bukan politisi. Dia hanya bocah kampung, yang keseharianya hanya melakukan dua jenis aktifitas yakni belajar dan bermain. Yadi tidak mengerti namanya politik, apalagi kampanye Pilgub.

Bagi Yadi dan teman teman sebayanya di kampung, kunjungan orang baru adalah pemandangan yang beda. Betapa tidak, ketemu dan akrab dengan sosok yang tidak dikenal bukan hal gampang bagi mereka. Namun malam itu, seolah ada daya tarik sisi kebapaan, Yadi langsung akrab dengan Benny K Harman, Calon Gubernur NTT Nomor Urut 3 dari Paket Harmoni.

Selasa, 13 Maret 2018 malam, Desa Laihau, Kecamatan Ledatidahu terlihat sepi. Rombongan Benny K Harman (BKH) tiba tepat Jam 08.00 WITA. Tujuan rombongan BKH malam itu hanya berkunjung ke rumah Panda Hugi, tim relawan Paket Harmoni di desa tersebut.

Disaat menyusuri jalan perkampung menuju rumah Panda Hugi, Yadi yang asik duduk di beranda rumahnya, langsung berjalan disamping BKH. Tanpa sungkan dan takut, Yadi memegang tangan BKH dan jalan beriringan menuju rumah Panda Hugi. Meski dilerai orang tuanya, Yadi tetap memgang tangan BKH. Yadi rupanya merasa nyaman berada dalam rombongan itu.

Sampai di rumah panggung milik Panda Hugi, setelah disambut dengan jamuan sederhana, BKH mulai menjelaskan niatnya maju menjadi Gubernur NTT. Panda Hugi dan ratusan warga yang hadir menyimak secara serius. Tetapi Yadi hanya cengar cengir, dan bersikap manja dalam pelukan BKH, sembari rebahkan kepala dipangkuan matan Ketua Komisi III DPR RI tersebut.Sesekali BKH terlihat mengusap kepala Yadi, sambil menjelaskan serius soal lima program unggulan paket Harmoni. Mulai dari program desa menyala, pembenahan infra struktur, penyediaan 100 ribu lapangan kerja, kredit tanpa jaminan hingga beasiswa untuk pelajar. Namun Yadi seolah tidak ambil pusing dengan penjelasan itu. Bagi Yadi, berada dalam pelukan BKH saat itu, adalah hal yang paling nyaman.

Sejam kemudian pertemuan tersebut berakhir. Rombongan BKH langsung pamit untuk kembali ke Waingapu untuk beristirahat. Yadi tetap berada dalam pelukan BKH.  Saat hendak masuk ke mobil, BKH berpesan singkat kepada Yadi “ Anak, belajar yang rajin, agar pintar dan bisa bantu bapak dan mama,” ucap BKH. Yadi hanya mengangguk dan tanpa bergeming hingga mobil BKH hilang dari pandangannya.

Itulah kisah Yadi, anak kampung yang begitu dekat dengan BKH. Susana Yadi dan BKH malam itu membuat saya bertanya dalam hati. “Apa benar selama ini penilaian masyarakat bahwa BKH sosok yang serius dan terlihat sombong?”.

Ternyata mereka keliru. Bagi mereka yang cuman sekedar kenal secara luar dan kasat mata akan berpikir demikian, bahkan memberikan asumsi subjektif tanpa melihat kondisi objektif tentang sisi humanis Benny K Harman.

Anak seusia Yadi saja dengan sikap jujur meyakinkan kita bahwa Benny K Harman sosok humanis, dan memiliki sifat kebapaan yang kuat. Bagi kita tentu akan menilai dengan tidak jujur. Namun Yadi, dengan tulus dan jujur  telah membuka mata dan hati kita soal sosok Benny K  Harman. (Jeffry Taolin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here