Ketika Agus Taolin Kembali Untuk Mengabdi

1
719

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Hajatan Pilkada Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru akan dimulai pada 2020 nanti. Namun saat ini di kalangan masyarakat, pembicaraan seputar siapa – siapa yang akan maju bertarung nanti sudah santer terdengar. Bahkan masyarakat mulai memunculkan nama nama tokoh dengan berbagai latar belakang pengalaman dan pendidikan, yang dinilai layak maju dalam kontestasi nanti.

Sepekan terakhir ini, sosok dr. Agus Taolin, SpPD, K-GEH, FNASIM, menjadi nama yang cukup populer dibicarakan saban hari, di berbagai kalangan komunitas masyarakat hingga partai politik. Bukan saja itu, jejaring digital sosial juga terus diisi dengan sosok dokter spesialis penyakit dalam terutama ahli penyakit hati ini, yang dinilai sebagai figur yang layak untuk maju bertarung pada Pilkada Belu mendatang.

Nama Agus Taolin seolah menjadi “magnet” yang menarik topik diskusi politik dikalangan masyarakat, ketimbang mereka membahas soal debu yang “mengepung” Kota Atambua, akibat salah urus dan dan salah rancang konsep pembangunan jalan dalam kota yang sempat menjadi viral.

Jumat, 1 Juni 2019, Agus Taolin dalam pertemuan dengan beberapa relawan muda serta beberapa petinggi Parpol Kabupaten Belu, dengan tegas mengatakan dirinya siap maju dalam kontestasi ini. Bahkan dirinya siap meninggalkan seluruh kenyamanan dari tugasnya sebagai dokter, untuk datang kembali dan mengabdi bagi masyarakat ‘Rai Belu’.

“ Hari ini saya datang untuk meminta restu dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Belu, bahwa saya siap maju dalam hajatan Pilkada Belu tahun 2020. Dukungan dari seluruh masyarakat ini penting, guna menguatkan tekad dan niat saya untuk membangun, mengabdi serta melayani masayarakat Kabupaten Belu,” ungkapnya di hadapan puluhan relawan dan tokoh lintas agama serta petinggi Parpol Kabupaten Belu, Jumat, 1 Juni 2019 malam.

Dijelaskan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadja Mada ini, niatnya maju menjadi Calon Bupati Belu ini, atas dasar keprihatinan dari hasil diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat, bahwa Belu ini sedang dalam keadaan ‘sakit’ dan bermasalah. Bagi seorang dokter apabila ada sakit atau masalah, maka wajib hukumnya untuk mendiagnosis pemicu sakit tersebut. Itu juga berlaku bagi pemimpin dan calon pemimpin. Harus segera tanggap dan bisa menganalisa  apa pemicu masalah tersebut, guna menemukan solusi dalam meberikan eksekusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“ Saya dalam setiap kesempatan bertemu dengan bayak orang dan seluruh tokoh masyarakat, dan mereka selalu keluhkan soal Kabupaten Belu, yang dianggap sedang bermasalah dalam konsep pelayanan dan pembangunan. Atas dasar itu, kami berdiskusi untuk mencari sosok pemimpin yang tepat guna didorong maju untuk menyelesaikan persoalan ini. Hasil diskusi itu, mereka mendorong saya untuk kembali mengabdi dengan maju dalam kontestasi ini,” jelas kandidat Doktor bidang kedokteran Universitas Indonesia ini.

Untuk itu dirinya meminta restu, doa serta dukungan semua masyarakat Kabupaten Belu, untuk maju menjadi Calon Bupati. Dirinya tidak muluk-muluk dalam memberikan konsep dan solusi. Tetapi dengan pengalaman sebagai birokrat, dokter serta kemampuan akademik yang menunjang, tentu persoalan kabupaten Belu bisa diselesaikan dengan baik serta terukur dengan konsep yang sitematis bersama seluruh masyarakat ‘Rai Belu’ lewat dukungan yang maksimal.   Bagi Agus Taolin, mengabdi dan melayani membutuhkan Hati yang tulus, pelayanan yang maksimal serta kemampuan pikiran yang menunjang. Dan dirinya memiliki itu. Persoalan selanjutnya ada pada konstituen. Apakah mau terpuruk dengan kondisi persoalan yang ada?, atau bersama-sama mencari pemimpin yang cerdas guna memberikan  solusi problematika pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Belu.

Penulis : J-Ot 

 

 

 

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here