Kampanye Di Adonara, BKH Berkunjung Ke Rumah Frans Lebu Raya

0 63

ADONARA,fokusnusatenggara.com- Calon Gubernur NTT Nomor Urut 3, Benny K. Harman (BKH) mengunjungi masyarakat Desa Pledo Kecamatan Witihama, Adonara, Flores Timur, Senin, 26 Februari 2018. Sebelum melakukan kampanye, BKH berkunjung dan meminta ijin ke orang tua Gubernur NTT, Frans Leburaya di Desa Watoona, yang kebetulan dekat dengan lokasi kampanye.

Pertemuan yang dilangsungkan di Aula Paroki Witihama berjalan dalam suasana kekeluargaan. Sekretaris PKS NTT, Syafruddin Goran Tokan mengatakan, alasan PKS menjadi partai pendukung paket Harmoni sebab sosok BKH dan Benny Litelnoni memiliki visi kepemimpinan yang jelas dan terukur.

“ Kami sangat rasional dalam memutuskan pilihan untuk mendukung paket Harmoni. Kita harus tau bahwa siapa calon gubernur yang ingin kita pilih agar bisa mensejahterakan kita lima tahun ke depan,” kata Tokan.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTT, Gabriel Suku Kotan mengatakan alasan Benny K. Harman memilih Benny A. Liteloni disebabkan sosok Benny Litelnoni sudah teruji dalam jabatan tersebut. Faktanya saat ini Benny Litelnoni adalah wakil gubernur dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

“ Kenapa BKH memilih Benny  Liteloni,  sebab BKH Ingin melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pak Frans Lebu Raya bersama pak Benny A. Liteloni,” ucap GSK sapaan akrabnya.

Deijelaskannya, kemampuan BKH sudah teruji dan tidak diragukan lagi, karena telah 13 tahun menjadi anggota DPR RI. Dan semua itu berkat dukungan masyarakat di sini.

“ Sekarang  BKH ingin kembali untuk mensejahterakan kita masyarakat. Mari kita memberikan dukungan kepada beliau, yang rela meninggalkan Jakarta untuk kembali datang melayani masyarakat NTT dengan maju menjadi calon gubernur,” ungkapnya.

Gani Rainghepat, masyarakat setempat, dalam sesi dialog mengatakan, kebutuhan ekonomi merupakan hal mutlak untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun pada realitanya Ia mengeluhkan harga sembako melonjak. Untuk itu dirinya berharap, apabila BKH terpilih menjadi Gubernur NTT, bisa melakukan pengawasan harga dan penyaluran sembako sampai ke daerah terpencil.

“ Kendala kami di pulau saat ini, hanya soal penyediaan sembako. Kami beharap agar apabila terpilih BKh bisa menyelesaikan soal ini,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan Rianghepat, BKH menjelaskan, dirinya akan komit untuk menyelesaikan hal ini, dengan cara melakukan evaluasi dan monitoring penyaluran sembako dan penertiban harga eceran. Tujuannya, agar semua daerah tidak ada lagi kelangkaan sembako, dengan penyaluran yang tepat dan harga sesuai standar.

“ Soal kesulitan ini akan saya perhatikan dengan baik, mulai dari ketersediaan stok, penyaluran hingga harga eceran yang ada di masyarakat. kalau ada pengusaha maupun oknum yang coba menghambat saya akan tindak tegas. Pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat, cara mengurusnya harus benar-benar teliti dan tertib serta tuntas,” jelasnya.

Untuk itu menurut BKH, dirinya kembali datang ke NTT bukan menjadi calon legislatif, tetapi ingin menjadi Gubernur NTT agar bisa memegang peranan penting dalam mendorong petumbuhan ekonomi dan masyarakat.

“ Atas dasar itu saya kembali kali ini ke NTT guna maju menjadi Gubernur. Sebab dengan menjadi gubenur saya akan lebih maksimal mendorong pembangunan di NTT. Apa yang telah dimulai pak Frans Lebu Raya akan kita lanjutkan, tentu ada yang sukses dan yang belum sukses. Tidak semua sukses pasti ada yang gagal dan belum tuntas, nah itu akan kita evaluasi dimana kendalanya. Ada yg belum tuntas akan kita lanjutkan dan tingkatkan,” jelas mantan Ketua Komisi III DPR RI Era Presiden SBY ini. (Tim MC Harmoni)

Comments
Loading...