Jonas Salean Dinilai Naif Jika Manfaatkan Golkar Menjadi Oposisi

Jonas Salean Dinilai Naif Jika Manfaatkan Golkar Menjadi Oposisi

- in Berita Populer, Politik
433
0
Loading...

KUPANG,fokusnusateggara.com- Mantan Walikota Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT), Jonas Salean dinilai naif apabila memanfaatkan posisinya sebagai ketua Golkar Kota Kupang, untuk menjadi oposisi dalam pemerintahan Jefri Riwu Kore, sebagai Walikota Kupang terpilih. Selain naif sikap Jonas ini dinilai belum lepas dari kekecewaan pasca kalah dalam Pilkada kemarin.

Hal ini disampaikan oleh Hery Kadja, Anggota DPRD Kota Kupang yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kupang, menanggapi ancaman Jonas Salean, yang akan memerintahkan Fraksi Partai Golkar, sebagai barisan paling depan melakukan kritik dan perlawanan apabila Jefri Riwu Kore, Walikota Kupang melakukan kebijakan PHK terhadap Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintahan Kota Kupang tanpa alasan yang jelas, seperti yang dilansir salah satu media online di Kota Kupang.

“ Saya pikir beliau (Jonas Salean=red) sangat naif apabila berpikir untuk menjadi oposisi dan melakukan perlawanan melalui DPRD terhadap pemrintahan yang baru. Sebab tidak ada alasan substantif untuk dia bisa menggerakan DPRD melalui Fraksi Golkar untuk membentuk barisan sakit hati,” ungkap Kadja, di Kantor DPD Partai Demokrat, Selasa, 1 Agustus 2017.

Idealnya, menurut Kadja, Jonas Salean sebagai mantan Walikota Kupang, harus memberi panutan serta semangat ketokohan sebagai pemimpin  dalam membangun Kota kupang. Apabila itu dipaksakan, dirinya merasa iba apabila rakyat Kota Kupang tidak menaruh simpatik dan penghormatan terhadap sosoknya yang pernah memimpin kota ini.

Soal kebijakan Walikota Kupang terpilih, menurutnya, akan langsung dikawal oleh masyarakat kota Kupang. Sebab kepemimpinan ini nantinya akan berjalan dengan transparan, dan memberikan akses kepada masyarakat untuk bisa mengetahui langsung, memberikan kritik dan masukan yang konstruktif dalam membangun Kota Kupang.

“ Bukan hanya golkar saja yang nantinya bersikap demikian. Kami dari demokrat juga akan berdiri paling depan memberikan kritik apabila dalam menjalankan tugasnya, kebijakan yang diambil tidak berpihak kepada raktat dan aturan yang berlaku,” jelanya.    

Namun demikian, tandasnya, apabila rencana itu dijalankan pasti akan menemui jalan buntu. Pasalnya, jumlah kekuatan Partai Golkar di DPRD Kota Kupang tidak terlalu signifikan dan berpengaruh untuk membentuk sebuah barisan opisisi. (fatur)  

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *