Ini Strategi BKH Atasi Masalah Human Trafficking di NTT

Ini Strategi BKH Atasi Masalah Human Trafficking di NTT

- in Politik
1044
0
Loading...

SOE,fokusnusatenggara.com- Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Benny K Harman (BKH) punya solusi untuk menangani masalah perdagangan orang (Human Traffiking) yang marak terjadi di NTT.

“Jika paket Harmoni terpilih, kami akan aktifkan satgas trafficking yang selama bekerja tidak benar,” kata BKH saat pertemuan terbatas bersama masyarakat Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa 6 Maret 2018.
Satgas yang ada saat ini,  menurut dia, masih tebang pilih. Bahhkan aparat juga turut bermain menjual TKI asal NTT secara ilegal. “Kami akan benahi itu semua, memperbaiki tata kelola dan manajamennya,” tegasnya.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak bekerja di luar negeri harus dipastikan sudah mendapatkan pelatihan pendidikan ketrampilan melalui BLK-BLK.

Selain itu,  PJTKI yang ada sekarang akab dievaluasi lagi, mana yang benar dan tidak benar. Pemprov akan memfasilitas mereka yang mau bekerja menjadi TKI, tetapi melalui PJTKI yang sudah disertifikasi. “Tidak ada yang namannya kongkalikong disitu,” katanya.

Jika sudah melalui tahapan-tahapan pelatihan ketrampilan dan PJTKI yang sudah diferifikasi, maks dipastikan para bekerja di tempat yang aman dan nyaman.

Karrna itu,  lanjut dia,  perlu adanya hot line TKI dengan Pemerintah. Sehingga mereka yang bekerja di Malaysia atau dimana pun setiap minggu harus ada laporannya. “Baik langsung maupun melalui PJTKI. Tidak seperti selama ini, PJTKI sembunyi-sembunyi jual beli manusia,” ujarnya.

BKH yang berpasangan dengam Benny A Litelnoni juga akan membentuk tim khusus bantuan hukum untuk membela TKI yang bermasalah secara hukum. “Tidak seperti selama ini, siapa yang harus membela mereka,” tegasnya.

Solusi lain yang diberikan Paket Harmoni yakni melalui program Harmoni dlmembuka 100 ribu lapangan dan membuka BLK untuk setiap angkatan pendidikan di semua kabupaten.

“Dengan ini maka jumlah TKI akan berkurang. Bahkan tidak ada lagi yang bekerja di luar negeri, karena sudah ada lapangan kerja di daerah sendiri,” katanya. (*/Ado/fatur)

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *