Ikut Kampanye SN-KT, Tua Adat Sonaf Io Kufeu Kecam Tingkah Laurens Lalak

331

BETUN,fokusnusatenggara.com- Para tetua adat Sonaf Io Kufeu, Bani-Bani, Kabupaten Malaka Provinsi NTT mengecam keras perbuatan Laurens Lalak, anggota keluarga Sonaf Io Kufeu, yang hadir mengikuti kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Simon Nahak dan Kim Taolin atau Paket SN-KT di Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Jumat, 6 November 2020.

Pasalnya, dalam pemberitaan beberapa media online, menyebutkan kehadiran Laurens Lalak pada acara tersebut, mewakili Keluarga Besar Sonaf Io Kufeu. Namun faktanya, tidak ada satu pun mandat, kuasa bahkan restu yang diberikan oleh semua Ketua Suku Sonaf Io Kufeu, dalam hal ini, Kato Teun Nai Ne, kepada Laurens Lalak, untuk hadir sebagai perwakilan Sonaf Io Kufeu.

“ Jadi sebagai perwakilan suku serta pemangku adat di Sonaf Io Kufeu, kami kato teun nai ne (para tetua suku sonaf io kufeu,red) kecam perbuatan dari Pah Lalak (Laurens,red), yang hadir dalam kampanye di SN-KT di Tesa. Siapa yang utus dia kesana atas nama Sonaf Io Kufeu, sehingga dia bisa bertindak demikian?,” ungkap Blasius Manek, Ketua Suku Fio Manuin Faif, yang didampingi oleh Frans Klau dari Suku Eutbaun Manubnain dan Bernadus Bau dari Suku Unsain Fantoni,kepada wartawan di Sonaf Io Kufeu, Bani-Bani, Minggu, 8 November 2020.

Untuk itu, perbuatan Laurens Lalak dianggap sebagai sikap pribadi bukan atas nama Sonaf Io Kufeu. Sebab sampai sejauh ini, hingga hari pencoblosan dan seterusnya, posisi sikap politik Sonaf Io Kufeu, tetap berada pada pilihan mendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin, Pasangan Calon Nomor Urut 2 yang dikenal dengan Paket SBS-WT.

Dukungan kepada SBS-WT ini, menurut Blasius Manek, didasarkan pada kesepakatan yang dibuat di dalam Sonaf Io Kufeu, mengingat Wendelinus Taolin adalah anak suku asli Sonaf Io Kufeu, telah mendapatkan mandat dari seluruh keluarga besar, bahkan oleh Almarhum Taolin Ludovikus sebagai Amanas Tuan Sonaf Io Kufeu, semenjak masih hidup pada tahun 2019 silam.

Ditambahkannya, apabila Laurens Lalak  kedapatan lagi bertindak atas nama Sonaf Io Kufeu, pihak Sonaf menurutnya, akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi dan denda adat kepada Laurens Lalak.

“ Saya minta perbuatan atas nama sonaf jangan terulang lagi. Kalau terjadi lagi, maka kami semua tetua adat akan panggil Pah Lalak, dan berikan sanksi serta denda adat kepadanya. Sebab Sonaf Io Kufeu dari dulu sampai sekarang bukan nama sembarang, yang bisa siapa saja pikul bawa dan atas nama kemana-mana,” tegas Blasius Manek.

Sementara itu, Eddy Taolin, juru bicara sekaligus perwakilan Keluarga Besar Sonaf Io Kufeu,  juga mengecam sikap dari Laurens Lalak tersebut. Menurutnya, sebagai anak Suku Sonaf Io Kufeu, bahkan sebagai Niuf Ana (sebutan bangsawan dalam Sonaf Io Kufeu,red), Laurens Lalak harusnya patuh pada kesepakatan yang ada. Apalagi kesepakatan tersebut dibuat langsung di Sonaf, dengan ritual adat, oleh semua tetua adat di Sonaf Io Kufeu.

“ Lalak itu buat sembarang saja. Sebagai anggota keluarga sonaf, siapa yang kasih wewenang kepada dia bertindak atas nama sonaf?. Kalau pergi atas nama pribadi silahkan. Bukan jalan angkat bawa nama sonaf, kemudian berteriak disana. Sangat memalukan sikap itu,” ujar Eddy Taolin, yang sudah disepakati keluarga Taolin Sonaf Io Kufeu, sebagai calon pengganti Amanas Tuan Sonaf Io Kufeu, menggantikan Almarhum Taolin Ludovikus, kepada wartawan di Kupang, Minggu, 8 November 2020. (jef taolin)

Comments
Loading...