Guterres : TPF Jasad Lobato Lukai Hati Rakyat Eks Timor-Timur dan Timor Leste

0 70

euricoATAMBUA,fokusnusatenggara.com – Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia, yang dipimpin Jend (Purn), Agum Gumelar, untuk menemukan jasad Presiden Fretilin-Timor Leste, Nicolau Dos Reis Lobato yang tewas dalam kontak senjata dengan TNI pada 31 Desember 1978 silam, menuai protes keras dan bahkan dinilai telah melukai hati rakyat Timor-Timur khususnya rakyat pejuang integrasi Timor-Timur yang saat ini memilih menetap sebagai WNI di wilayah NKRI.

Pernyataan ini disampaikan Mantan Wakil  Panglima Perang  Pro Integrasi (PPI), yang juga Ketua Umum DPD Uni Timor Asuain (Untas), organisasi masyarakat eks Timor-Timor, Eurico Guterres, kepada fokusnusatenggara.com siang tadi. Menurutnya, pembentukan TPF yang dimpimpin oleh Agum Gumelar tersebut, akan menimbulkan konflik baru karena dinilai melukai perasaan kedua warga negara tersebut.

“Kalau dengan menemukan dan mengembalikan jasad Nicolau Lobato untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Metinaro, Dili-Timor Leste untuk tujuan yang baik dalam hal hubungan bilateral kedua negara (RI-RDTL) tentu kita sangat mendukung, tapi pertanyaannya bagaimana dengan masyarakat Timor-Timur yang saat ini berpisah akibat konflik masa lalu? Itu yang harus menjadi pertimbangan tim,” pintanya.

Banyak rakyat Timor-Timur, lanjut Guterres, baik itu pro integrasi maupun pro kemerdekaan yang juga menjadi korban (tewas) pada konflik bersenjata saat itu yang hingga sekarang tidak ditemukan jasadnya. “Kalau mau fair, harus juga membentuk tim untuk menelusuri nasib para pejuang veteran yang rela dan mati-matian membela merah putih, yang entah sekarang keberadaan mereka dimana,” jelasnya.

Sementara itu, Kunsulat RDTL di Nusa Tenggara Timur (NTT), Feliciano Da Costa yang juga dikonfirmasi via telepon selulernya terkait TPF yang dibentuk mengemukakan, pemerintah Timor Leste sangat mengapresiasi TPF yang dibentuk untuk mencari dan menemukan jasad Nicolau Lobato yang merupakan salah satu politikus dan tokoh nasional Timor Leste.
“Saya kira kebijakan pemerintah RI untuk membentuk TPF merupakan langkah yang sangat positif, pemerintah RDTL tentunya sangat mengapresiasi. Karena sebagai negara tetangga dan negara sahabat yang memiliki sejarah hitam di masa lalu, namun mau membangun hubungan yang lebih baik dan sebagai contoh bagi negara-negara di kawasan dunia lainnya yang juga pernah berkonflik di masa lalu,” ungkap Feliciano. (Laporan: Mariano Parada)

Comments
Loading...