Forum Musda Golkar NTT Tidak Bisa Loloskan Medah Jadi Cagub

0
1073
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Kendati didukung oleh seluruh DPD partai Golkar seluruh kabupaten Di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui keputusan hasil Musyawarah Daerah (Musda), tidak berarti Ibrahim Agusstinus Medah, Ketua DPD Golkar NTT langsung ditetapkan jadi Calon Gubernur  yang akan diusung Partai Golkar dalam Pilgub NTT 2018 nanti. Pasalnya penetuan calon kelapa daerah oleh Golkar selalu berdasarkan pada Peraturan Organisasi Nomor 6 DPP partai Golkar.

“ Jadi saya tegaskan bahwa forum musda bukan pengambil keputusan tertinggi dalam menentukan Iban Medah menjadi calon gubernur. Sebab keputusan DPP Partai Golkar dalam menentukan calon selalu berdasarkan pada peraturan Organisasi Nomor 06. Ini tidak bisa ditawar lagi. Makanya kita lakukan penentuannya melalui mekanisme survei,” tegas Melki Laka Lena, Wakil Sekjend DPP Partai Golkar, kepada wartawan di Kupang, Senin, 7 Agustus 2017.

Menurutnya, penentuan pasangan calon gubernur dan wagub sepenuhnya menjadi kewenangan DPP Partai Golkar. “Bukan pada perorangan seperti maunya Setya Novanto, Idrus atau Medah sekalipun. Semua wewenang DPP Partai Golkar. Kalau hasil survey tinggi, maka itu yang diputuskan oleh DPP Golkar,” tegasnya yang sudah membentuk Relawan MLL di seluruh kabupaten/kota.

Menurut dia, hasil rapat Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Selasa 1 Agustus 2017, memutuskan beberapa hal. Salah satunya, sebut dia, pembahasan dan penetapan calon Pilgub NTT dan 9 Pilkada Bupati di NTT ditunda sampai satu bulan ke depan. “DPP Partai Golkar juga melakukan survey untuk melihat elektabilitas calon yang diusulkan oleh DPD II, DPD I atau DPP PG untuk dibahas dan diputuskan sebulan ke depan,” katanya.

Karena itu, Melki mengaku akan terus bergerak sesuai mandat DPP Partai Golkar yang menugaskan dirinya sebagai Cagub NTT. “Sudah beberapa kali saya sampaikan, bahwa tugas aya menjalankan mandate sebagai calon gubernur dan bila ada pendapat atau wacana lain yang berkembang, kita jalani sebagai dinamika demokrasi. Yang utama menang survey golkar dengan angka yang tinggi untuk menjadi bahan bagi DPP Partai Golkar dan DPP parpol lainnya dalam membahas koalisi parpol dan posisi pasangan calon. Semua parpol pasti merujuk pada hasil survey sebagai basis utama dalam menentukan pasangan calon yang akan diusung. Kita tetap jalan dengan mandat yang ada,” pungkas Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia ini. (Do Manlea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here